REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA--Sayangnya, Sasha, satu-satunya "saksi" dalam perkara ini, tak bisa bicara. Dia adalah seekor anjing jenis terrier yang kini menjadi sentral "pertempuran" sepasang mantan kekasih di Pengadilan Tinggi Singapura.
Baik Dr Tan Kok Chye, 36 tahun, maupun Connie Tan, 29 tahun, merasa sebagai pemilik sahnya. Ahli bedah dan eksekutif muda ini tadinya adalah sepasang kekasih, sebelum akhirnya mereka mengakhiri cintanya akhir tahun lalu.
Menurut laporan harian terkemuka Singapura, The Straits Times, Sasha menjadi binatang piaraan kesayangan keduanya sejak Agustus 2008 saat mereka tinggal di Amerika Serikat. Belakangan, terdapat ketidakcocokan hubungan antara mereka dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan cinta. Tan meninggalkan apartemen mereka dan kembali ke Singapura dengan membawa serta Sasha.
Connie yang hancur hatinya tak rela melepas kepergian Sasha. Ia menyusulnya ke Singapura namun selalu dihalang-halangi bertemu anjing kesayangannya itu. Tak terima dengan ulah mantan kekasihnya, ia memperkarakannya ke pengadilan. Biarlah palu hakim yang akan memutuskan, apakah Sasha harus ikut Tan, Connie, atau ditampung di pondok pengayom satwa.