JAKARTA -- Mengucapkan dialog berbahasa Arab dengan fasih di depan kamera menjadi tantangan tersendiri yang tidak mudah bagi aktor Vino G Bastian. Urusan panjang pendeknya lafal atau harakat bukanlah sekadar detail kecil yang bisa diabaikan, melainkan penentu makna yang bisa jauh berbeda arti.
Tantangan linguistik inilah yang harus ditaklukkan oleh Vino saat ia kembali dipercaya menghidupkan karakter Buya Hamka dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3), sebuah karya sinematik garapan sutradara Fajar Bustomi di bawah naungan rumah produksi Falcon Pictures. Di tengah tuntutan peran yang berat dan melelahkan, Vino merasa sangat tertolong oleh kehadiran para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Kairo, khususnya di Universitas Al-Azhar, yang kebetulan sedang libur kuliah.
Set Makkah dalam film dibuat di Mesir. Untuk itu, para mahasiswa tersebut setiap hari membantu Vino melatih pelafalan bahasa Arab, bahkan beberapa di antaranya ikut dilibatkan langsung untuk memerankan rekan-rekan Hamka di lokasi.
Bagi Vino, dukungan luar biasa dari para pelajar Al-Azhar ini menjadi penyelamat sekaligus kenangan emosional yang amat berharga. "Belajar bahasa Arab untuk film ini lumayan banyak keserimpetnya karena salah panjang pendek lafal artinya sudah beda. Untunglah di Mesir kami dibantu teman-teman mahasiswa Al-Azhar yang sedang libur, bahkan sebagian ikut bermain sebagai teman-teman Hamka, sehingga sangat membantu sekali saat syuting," ujarnya di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).
View this post on Instagram
Sebelum namanya harum di kancah nasional, Hamka pernah melewati masa muda yang penuh liku, gejolak, dan pencarian. Ia adalah sosok anak muda yang berani mencari jalan hidupnya sendiri, sempat berselisih paham dengan ayahnya, menghadapi keretakan keluarga yang pelik, hingga bertekad bulat merantau seorang diri ke Makkah demi menemukan tujuan hidup yang diyakininya.