Selama hampir dua tahun, Mirhan (75 tahun), warga Desa Maradap, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, tidak bisa bekerja seperti biasanya. Kondisi lensa matanya yang semula jernih perlahan menjadi keruh sehingga penglihatannya tampak buram, berkabut, dan kurang jelas.
Katarak pada mata kirinya membuat Mirhan kesulitan melihat sehingga aktivitas menanam sayur di kebun yang telah menjadi bagian dari kesehariannya harus terhenti. Bagi Mirhan, keinginan untuk kembali bekerja bukan sekadar tentang mencari nafkah, tetapi juga mendapatkan kembali kemandirian yang sempat hilang.
Katarak sering dialami lansia dan dapat berdampak besar pada kualitas hidup. Aktivitas sederhana seperti membaca, mengenali wajah anggota keluarga, beribadah, berjalan dengan aman, hingga menjalankan pekerjaan sehari-hari dapat menjadi semakin sulit.
Di Kalimantan Selatan, gangguan penglihatan akibat katarak menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat lanjut usia yang membutuhkan akses terhadap pemeriksaan mata dan penanganan yang memadai.
Keterbatasan ekonomi, jarak menuju fasilitas kesehatan, serta kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan dan operasi katarak dapat menjadi tantangan dalam memperoleh layanan. Padahal, dengan penanganan yang tepat, katarak pada umumnya dapat diatasi melalui operasi.
Harapan untuk kembali berkebun mulai terbuka ketika Mirhan mendapat kesempatan menjalani operasi katarak gratis melalui program Satu Cahaya, Berjuta Cerita pada September 2026. “Saya ingin melihat lebih jelas agar bisa bekerja kembali. Operasi ini memberikan harapan baru bagi saya,” ungkapnya.
Perjuangan serupa dialami Amir (65 tahun), warga Desa Pasar Senin, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Meski mengalami gangguan penglihatan pada kedua matanya sejak 2024, ia tetap bekerja sebagai buruh bahan bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah menjalani operasi mata kiri pada 2025 dan mata kanan pada 2026, Amir merasakan perubahan dalam kesehariannya. “Nyaman, enak bajalan. Mau begawi jua nyaman,” tuturnya.
Di Kabupaten Barito Kuala, rasa syukur juga dirasakan Fatimah, warga Desa Simpang Jaya, yang menjadi salah satu dari 46 penerima manfaat operasi katarak pada September 2026. “Alhamdulillah aku bisa diberi operasi katarak mata, aku sangat senang sekali bisa mendapat bantuan ini,” ungkapnya.
Kisah Mirhan, Amir, dan Fatimah menjadi bagian dari perjalanan program Operasi Katarak Gratis Satu Cahaya, Berjuta Cerita yang dihadirkan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) bersama Adaro Group dan Alamtri Group sejak 2003. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 7.500 penerima manfaat di sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan.
Di balik capaian tersebut, tersimpan cerita tentang harapan yang kembali tumbuh, kesempatan untuk beraktivitas secara mandiri, serta keinginan untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kisah mereka menunjukkan bahwa gangguan penglihatan bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup, terutama bagi masyarakat lanjut usia.
Didukung pemerintah daerah setempat, program ini telah menjadi wujud kolaborasi selama lebih dari dua dekade untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui operasi katarak gratis, program ini berupaya membantu masyarakat memperoleh kesempatan untuk melihat lebih jelas, kembali menjalani aktivitas sehari-hari, dan menikmati momen berharga bersama keluarga.
Sepanjang 2026, YABN melaksanakan program Satu Cahaya, Berjuta Cerita di enam kabupaten, yakni Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala, Barito Selatan, dan Barito Timur.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 407 pasien telah menjalani operasi katarak melalui program ini. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan dalam memperoleh penanganan.
Bagi setiap penerima manfaat, kesempatan untuk melihat lebih jelas membawa arti dan harapan baru bagi kehidupan. Melalui Satu Cahaya, Berjuta Cerita, YABN bersama para mitra berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan mata kepada masyarakat agar semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk kembali beraktivitas, meraih kemandirian, dan menikmati momen berharga bersama keluarga.
Bagi setiap orang, melihat lebih jelas bukan sekadar tentang memulihkan penglihatan, tetapi juga membuka kembali jalan menuju kehidupan yang lebih baik.