Sabtu 24 Oct 2026 09:40 WIB

Ibu Perlu Didengar, Bukan Dituntut Selalu Kuat

Seorang ibu tidak semestinya menghadapi beban pengasuhan sendirian.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
Ibu mengasuh anak (ilustrasi).
Foto: Freepik
Ibu mengasuh anak (ilustrasi).

JAKARTA – Kesehatan mental ibu perlu mendapat dukungan sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan karena berpengaruh terhadap kondisi ibu dan keluarga. Beban pengasuhan juga dinilai tidak seharusnya ditanggung perempuan seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Berdasarkan data BKKBN yang dikutip dalam kegiatan tersebut, sekitar 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues. Sebanyak 15 persen hingga 24 persen di antaranya disebut berlanjut menjadi depresi pascamelahirkan.

Baca Juga

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam talkshow sekaligus peresmian Ruang Teduh Ibu yang digelar DPP Bidang Perempuan dan Anak Partai NasDem, DPP Garda Wanita Malahayati NasDem, dan Akademi Perempuan NasDem. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-15 Partai NasDem dan dihadiri ratusan ibu dari berbagai daerah.

Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Amelia Anggraini mengatakan, persoalan kesehatan mental ibu kerap tidak terlihat meskipun dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, perempuan membutuhkan ruang untuk berbagi pengalaman dan memperoleh dukungan.

“Perempuan perlu didengar dan dibantu untuk keluar dari mitos supermom, seolah-olah seorang ibu harus selalu sempurna. Kesehatan mental ibu menjadi tanggung jawab bersama,” kata Amelia dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

photo
Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Amelia Anggraini. - (Istimewa)

Amelia menilai dukungan terhadap kesehatan mental ibu tidak bisa hanya dibebankan kepada perempuan. Suami, keluarga, dan lingkungan sekitar mempunyai peran terutama selama masa kehamilan hingga setelah melahirkan.

Menurut dia, kondisi mental ibu juga berkaitan dengan kehidupan keluarga dan tumbuh kembang anak. Karena itu, dukungan kepada ibu perlu dibangun melalui lingkungan yang memberi ruang untuk berbicara dan mendapatkan bantuan.

Anggota Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Sherlita Nabilah mengatakan, baby blues dan depresi pascamelahirkan masih membutuhkan pemahaman yang lebih luas di masyarakat. Salah satu persoalan yang kerap muncul adalah beban pengasuhan yang dirasakan harus ditanggung sendiri oleh ibu.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para ibu lebih peduli terhadap kesehatan mentalnya sekaligus menyadarkan lingkungan sekitar akan pentingnya memberikan dukungan,” kata Sherlita.

Ia juga menyoroti masih berkembangnya sejumlah mitos mengenai kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak. Edukasi dinilai diperlukan agar keluarga dapat membedakan kepercayaan yang berkembang di masyarakat dengan informasi medis.

Ruang Teduh Ibu disiapkan sebagai wadah bagi perempuan untuk berbagi pengalaman mengenai persoalan kesehatan mental. Selain diskusi kesehatan, kegiatan tersebut turut diisi pameran UMKM dan kegiatan edukatif bagi peserta.

Dukungan terhadap kesehatan mental ibu tidak berhenti pada kemampuan perempuan mengenali kondisinya sendiri. Keterlibatan pasangan, keluarga, dan lingkungan menjadi penting agar ibu tidak merasa harus menghadapi tekanan selama kehamilan, persalinan, dan pengasuhan seorang diri.

Berita Lainnya

Rekomendasi