Jumat 23 Oct 2026 10:25 WIB

Trump Ingin Ganti Nama Samudra Atlantik, Google Disebut Menolak

Tahun lalu, Trump menetapkan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika

Presiden AS Donald Trump
Foto: EPA/GEORGI LICOVSKI
Presiden AS Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku pernah meminta CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, untuk mengubah nama Samudra Atlantik di Google Maps. Namun, menurut Trump, Pichai menolak permintaan tersebut dengan alasan samudra mencakup wilayah banyak negara.

Trump menceritakan percakapannya dengan Pichai saat berpidato dalam sebuah kampanye di Clemson University, Carolina Selatan, pada Selasa (21/10/2026) malam waktu setempat.

Baca Juga

Dalam pidatonya, dikutip dari Variety, Jumat (23/10/2026), Trump menyebut dirinya telah mengubah nama dua wilayah perairan menjadi nama yang berkaitan dengan Amerika. Dia kemudian mengungkapkan keinginannya untuk mengubah nama sungai dan samudra.

Tahun lalu, Trump menetapkan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika atau Gulf of America. Pada Agustus lalu, dia juga memerintahkan perubahan nama Danau Ontario menjadi Lake America di tengah ketegangan perdagangan dengan Kanada.

Trump mengaku sempat mempertimbangkan secara serius untuk mengubah nama Samudra Atlantik. Dia bahkan menghubungi Pichai untuk menanyakan kemungkinan Google Maps menggunakan nama baru tersebut.

"Saya berkata, 'Sundar, saya sedang memikirkan Samudra Atlantik. Bisakah kamu mengurusnya?'" ujar Trump, mengutip percakapan yang dia ceritakan kepada para pendukungnya.

Menurut Trump, Pichai menolak permintaan tersebut. Dia menyebut CEO Google itu menjelaskan bahwa samudra berbeda dengan teluk atau danau karena wilayahnya mencakup banyak negara.

"Oceans are different, sir. They cover really a lot of countries. Please don't ask us to do that," kata Trump menirukan jawaban Pichai.

Setelah percakapan tersebut, Trump mengatakan kemungkinan tidak akan melanjutkan rencana perubahan nama Samudra Atlantik. Hingga berita ini ditulis, perwakilan Google belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pernyataan Trump tersebut.

Sebelumnya, Google Maps di Amerika Serikat telah menampilkan nama Teluk Amerika untuk wilayah yang secara internasional dikenal sebagai Teluk Meksiko. Aplikasi tersebut juga menggunakan nama Lake America untuk Danau Ontario.

Namun, Google tetap mencantumkan nama yang lebih dikenal secara luas dalam tanda kurung pada hasil pencarian. Dengan demikian, pengguna di AS dapat melihat nama baru sekaligus nama geografis yang selama ini digunakan.

Pernyataan Trump mengenai rencana perubahan nama Samudra Atlantik kembali menyoroti persoalan penamaan geografis di platform digital. Perubahan nama yang ditetapkan pemerintah suatu negara tidak serta-merta menjadi nama yang digunakan secara universal, terutama untuk wilayah geografis yang melintasi batas negara.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi