Sabtu 17 Oct 2026 06:13 WIB

Pakar Ungkap Nutrisi Agar Anak Cerdas dan Tinggi Maksimal

Salah satu nutrisi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan adalah protein hewani.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan gerakan makan telur dan minum susu di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023). Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan adalah protein hewani.
Foto: ANTARA FOTO/Henry Purba
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan gerakan makan telur dan minum susu di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023). Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan adalah protein hewani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memenuhi kebutuhan makan anak bukan sekadar memastikan perutnya kenyang. Asupan gizi yang cukup dan seimbang juga perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembangnya, termasuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan adalah protein hewani.

Pakar genetika ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, memgatakan protein hewani penting untuk perkembangan otak dan tubuh si kecil. Namun menurutnya, pemenuhan gizi anak masih menjadi tantangan karena porsi makanan pokok seperti nasi, cenderung lebih besar dibandingkan protein hewani.

Baca Juga

"Tidak ada yang menyangkal bahwa nasi bisa membuat anak-anak kita kenyang dan berhenti menangis hari ini. Namun, dalam 20 tahun ke depan, susu, daging, dan telur akan membantu anak-anak kita menjadi lebih cerdas serta memiliki fisik yang sehat dan berkualitas," kata Ronny dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (18/10/2026). 

photo
Makanan mengandung protein (ilustrasi). - (Dok. Freepik)

la menjelaskan tubuh manusia membutuhkan 20 jenis asam amino, sembilan di antaranya merupakan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Karena itu, kesembilan asam amino tersebut harus diperoleh melalui makanan dan minuman.

Prof Ronny mengatakan susu, daging, dan telur termasuk sumber protein lengkap karena mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. "Tahu dan tempe merupakan sumber protein, tetapi tidak selengkap protein hewani dari susu, daging, dan telur. Produk ternak mengandung sumber protein lengkap karena menyediakan semua asam amino esensial dalam satu hidangan," kata dia.

Menurut Prof Ronny, telur memiliki nilai biologis sekitar 100 yang menunjukkan tingginya kualitas protein dalam menyediakan asam amino untuk dimanfaatkan tubuh. Selain itu, telur mengandung kolin yang berperan dalam pembentukan neurotransmiter untuk mendukung fungsi otak, termasuk memori dan konsentrasi.

"Telur juga mengandung lutein dan DHA yang berperan dalam mendukung kesehatan retina serta perkembangan otak," kata Prof Ronny.

Adapun daging merupakan sumber zat besi yang penting untuk pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Ronny menyebut zat besi dari daging dapat diserap tubuh dengan tingkat penyerapan sekitar 25 persen.

"Jika anak kekurangan zat besi maka bisa memicu anemia dan otot juga akan kekurangan oksigen. Data empiris menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja putri di Indonesia mengalami anemia, yang berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas belajar," ujar Prof Ronny. 

Berita Lainnya

Rekomendasi