REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi asal Inggris, Raye, mengaku kewalahan dengan ulah calo yang menggunakan bot kecerdasan buatan (Al) untuk antre di sistem penjualan tiket konsernya di Royal Albert Hall, London. Menurut dia, dari 1,8 juta pendaftar, ratusan ribu di antaranya adalah bot Al.
Konser bertajuk "This Symphony May Contain Hope" mendatang adalah pertunjukan spesial one-off show yang akan digelar pada Jumat (23/10/2026). Dalam acara ini, ia akan membawakan ulang materi dari albumnya, This Music May Contain Hope, dengan iringan orkestra.
"Kami menerima 1,8 juta pendaftar untuk 5 ribu kursi. Sayangnya, proses pendaftaran kami kewalahan akibat ulah calo yang menggunakan bot Al untuk membuat ratusan ribu pendaftaran palsu," kata Raye seperti dilansir laman NME, Rabu (14/10/2026).
la mengaku belum pernah menyaksikan serangan bot dalam skala sebesar itu. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari betapa seriusnya tantangan yang dihadapi industri musik dalam melindungi penggemar dari praktik percaloan tiket.
"Ini adalah dunia baru yang kita tinggali sekarang. Saya belum pernah menyaksikan bot dalam skala sebesar ini," kata dia.
Pelantun "Where Is My Husband" itu juga mengatakan ia bersama tinya tengah melakukan seleksi manual untuk mengeliminasi akun bot Al. Hal itu dilakukan karena ia ingin para penggemar bisa membeli tiket dengan harga yang rasional dan adil.
"Tim saya sedang berusaha mengidentifikasi penggemar sejati. Sangat penting bagì saya agar penggemar bisa membeli tiket dengan harga resmi," kata Raye.
Penggunaan bot menjadi persoalan bagi industri musik karena dapat mengotomatisasi pendaftaran dan membantu calo mengeksploitasi sistem penjualan tiket. Tiket yang diperoleh kemudian berpotensi dijual kembali dengan harga lebih tinggi daripada harga resmi. Praktik ini merugikan penggemar yang ingìn menyaksikan pertunjukan tanpa harus membayar harga berlebihan.