REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA — Kebutuhan infrastruktur kelistrikan yang andal menjadi tantangan utama di tengah lonjakan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan penyedia solusi kelistrikan CHINT memperkenalkan inovasi sistem kelistrikan modular bernama Power Pod dalam ajang Data Centre World Asia 2026 di Singapura.
Pertumbuhan industri pusat data di Indonesia mencatat peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bank Dunia memperkirakan kapasitas operasional pusat data nasional mencapai 456 megawatt (MW) pada akhir 2025, sementara pemerintah menargetkan kapasitas tersebut melonjak hingga 2.000 MW pada 2029. Seiring ekspansi ini, kecepatan pembangunan dan ketersediaan pasokan listrik menjadi faktor penentu dalam kesiapan operasional fasilitas komputasi berskala besar.
Strategic Segment Director Asia Pasifik di CHINT, Paul Lee, mengatakan bahwa pasokan listrik kini menjadi tantangan terbesar dalam membangun infrastruktur AI. Menurutnya, operator pusat data memerlukan sistem kelistrikan yang siap pakai tanpa harus menghabiskan waktu untuk mengintegrasikan tumpukan komponen secara terpisah di lokasi proyek.