REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rangkaian konser BTS di Lima, Peru, diprediksi menghasilkan manfaat ekonomi sektor pariwisata sekitar 19 juta dolar AS atau sekitar Rp340 miliar. Proyeksi tersebut muncul setelah tiga pertunjukan Arirang BTS di Lima menarik lebih dari 150 ribu penggemar.
Agensi BTS, BigHit Music, mengatakan sekitar 151.500 penggemar menghadiri tiga konser yang digelar di Estadio San Marcos, Lima, pada 7, 9, dan 10 Oktober 2026. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari tur dunia bertajuk Arirang yang masih berlangsung.
Jumlah penonton itu jauh melampaui proyeksi awal Kementerian Pariwisata Peru yang memperkirakan sekitar 50 ribu pengunjung akan datang ke ibu kota tersebut. Konser di Lima juga menjadi penampilan pertama BTS di Peru sejak grup tersebut debut pada 2013.
Dalam salah satu pertunjukan, para anggota BTS mengakui bahwa mereka membutuhkan waktu cukup lama untuk akhirnya tampil di hadapan penggemar di Peru. "Kami bertanya-tanya mengapa butuh waktu begitu lama bagi kami untuk datang ke Peru," kata mereka kepada para penggemar dari atas panggung dilansir laman Korea Times, Senin (12/10/2026).
Saat konser di Peru, pada Rabu (7/10/2026), Kim Taehyung atau V BTS juga menunjukkan solidaritas untuk Palestina dengan mengenakan keffiyeh. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, keffiyeh tersebut tampak disematkan pada bagian celana yang dikenakan V.
Bagi penggemar, gestur sederhana ini memiliki makna yang mendalam. V dinilai mampu memanfaatkan platformnya untuk bersuara dan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
"Terima kasih telah menggunakan platformmu untuk menyebarkan lebih banyak kepedulian dan welas asih, Tae. Sebuah tindakan sederhana dapat membawa pesan kuat tentang welas asih dan kemanusiaan," kata seorang penggemar dalam komentarnya.
Keffiyeh adalah kain motif kotak-kotak berwarna hitam-putih secara tradisional dikenakan sebagai penutup kepala oleh pria pedesaan di Palestina. Kain tersebut semakin erat dikaitkan dengan nasionalisme Palestina sejak pemberontakan Arab pada 1936 hingga kini dikenal luas sebagai simbol solidaritas bagi perjuangan rakyat Palestina.
Kehadiran BTS di Peru juga mendapat sambutan yang hangat. Menjelang konser, distrik Santiago de Surco di Lima memberikan penghormatan khusus dengan mengubah nama salah satu jalan menjadi "Avenida BTS" atau "BTS Avenue" untuk sementara. Papan nama baru tersebut akan terpasang hingga Ahad sebagai bagian dari perayaan kedatangan BTS.
Sementara itu, program bertema BTS juga digelar di Fuento de la Fantasia yang berada di Circuito Magico del Agua. Acara tersebut menggabungkan musik, permainan cahaya, serta tampilan visual di layar air untuk menyambut para penggemar.