REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Band legendaris UNGU siap menuntaskan kerinduan para penggemar di Indonesia melalui konser tunggal perdana untuk merayakan tiga dekade perjalanan musikalitas mereka. Bertajuk “Waktu Yang Dinanti: Final Chapter”, pertunjukan ini dijadwalkan menggebrak Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026) pukul 19.30 WIB.
Konser ini bakal menghadirkan kolaborasi lintas generasi bersama lima bintang tamu spesial yakni Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola. Bagi para personel, momentum ini terasa sangat emosional karena untuk pertama kalinya mereka menggelar konser tunggal di "rumah" sendiri dalam skala besar, setelah sebelumnya menggelar konser di Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga Australia.
Bagi UNGU, perayaan 30 tahun ini sebagai salah satu panggung yang paling dinanti-nantikan sepanjang sejarah perjalanan karier mereka. Gitaris UNGU, Enda, secara terbuka mengenang bagaimana band mereka selama ini justru lebih sering mendulang kesuksesan di negeri orang.
Enda bahkan mengakui, mereka tidak pernah merasa berani untuk menggelar konser tunggal di Jakarta lantaran belum pernah mendapat tawaran resmi untuk tampil secara mandiri di ibu kota. Kendati demikian, penantian panjang selama tiga dekade itu akhirnya terbayar lunas ketika kesempatan emas tersebut datang menghampiri.
Dia menyebut konser ini dirancang bukan sekadar untuk menyuguhkan tata panggung yang megah, melainkan untuk menciptakan koor akbar bersama para penonton dari awal hingga akhir acara. “Dari dulu kita selalu konser di luar, kita tidak pernah berani untuk konser di Jakarta karena kita tidak diundang,” ujar Enda saat konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan dengan penuh antusiasme, “Semua yang datang insya Allah akan hafal dari lagu pertama sampai lagu 30, sing along semuanya.”
Gelombang euforia yang begitu masif turut dirasakan oleh Cliquers, sebutan bagi para penggemar UNGU. Vokalis UNGU, Pasha, mengungkapkan bahwa rasa cinta para penggemar terbukti nyata dari militansi mereka yang bersiap datang dari berbagai penjuru Nusantara khusus untuk menyaksikan malam bersejarah ini di Jakarta.
Semangat membara itu lantas menjadi bahan bakar bagi para personel untuk mempersiapkan pertunjukan secara totalitas. “Kawan-kawan dari Aceh sampai Papua itu sudah siap-siap untuk hadir. Ada yang lewat laut, ada yang naik bus, ada yang naik motor,” ujar Pasha.