REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Hollywood Angelina Jolie kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap krisis kemanusiaan akibat genosida oleh Israel di Gaza, Palestina. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jolie membagikan citra satelit yang memperlihatkan perubahan kontras Gaza dari tahun 2022 dan 2026.
Jolie pun mengajak publik menyaksikan skala kehancuran di Gaza saat ini. "Anda kini dapat membuka Google Earth dan melihat apa yang telah terjadi pada Gaza. Seluruh kawasan permukiman telah rata dengan tanah dan menjadi puing-puing," kata dia dalam unggahannya di Instagram, dikutip pada Ahad (4/10/2026).
la mengatakan kehancuran tersebut telah mencakup berbagai fasilitas dan infrastruktur yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Rumah, sekolah, universitas, rumah sakit, jalan, sistem air dan sanitasi, hingga infrastruktur yang diandalkan warga untuk bertahan hidup disebut telah rusak atau hancur.
Jolie kemudian mengutip hasil analisis satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Berdasarkan analisis tersebut, hingga 16 Juni 2026 sebanyak 82 persen struktur di Gaza telah mengalami kerusakan. Sekitar dua pertiga dari struktur yang terdampak itu dinilai telah hancur.
"Analisis satelit PBB menemukan bahwa per 16 Juni 2026, 82 persen bangunan di Gaza telah mengalami kerusakan. Sekitar dua pertiga dari bangunan yang rusak tersebut dinilai telah hancur total," ujar Jolie.
la juga menyoroti kebutuhan masyarakat Gaza menjelang musim dingin. Jolie menyebut 1,98 juta jiwa atau sekitar 94 persen dari populasi Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan kebutuhan pokok.
Sementara itu, bantuan kemanusiaan dan material yang dibutuhkan untuk menyediakan tempat tinggal masih menghadapi blokade ketat Israel. Karenanya ia menyerukan agar bantuan kemanusiaan dan pasokan medis dapat menjangkau warga sipil.
"Warga membutuhkan tempat berlindung sebelum musim dingin tiba. Bantuan kemanusiaan harus menjangkau warga sipil dalam skala yang memadai. Rumah sakit membutuhkan pasokan medis. Dan membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, serta komunitas mereka," kata Jolie.