Jumat 02 Oct 2026 15:00 WIB

Layanan Psikologi Kini Menjangkau Sekolah hingga UMKM

Pengelolaan potensi individu kini menjangkau lebih banyak sektor.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
 Psikologi (ilustrasi).
Foto: Pxhere
Psikologi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan layanan psikologi dan pengembangan sumber daya manusia tidak hanya muncul di lingkungan perusahaan, tetapi juga sekolah hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendekatan psikologi dapat digunakan untuk membantu siswa mengenali potensi diri, mendukung pengembangan karyawan, serta membantu UMKM menata pengelolaan SDM secara lebih terstruktur.

Perkembangan kebutuhan tersebut mendorong BIPI Consulting memperluas layanan bagi individu, institusi pendidikan, perusahaan, dan UMKM. Perusahaan yang beroperasi sejak 2018 itu menyediakan layanan Psychological Assessment, Training & Workshop, HR Consulting, dan Coaching.

Baca Juga

CEO BIPI Consulting Arnita Kusumaningrum mengatakan, kebutuhan terhadap layanan psikologi dan pengembangan SDM kini datang dari kelompok yang lebih beragam. Setiap kelompok juga memiliki kebutuhan yang berbeda dalam mengenali dan mengembangkan potensi individu.

“Tidak hanya perusahaan yang membutuhkan dukungan untuk mengenali dan mengembangkan potensi individu, tetapi juga sekolah, siswa, hingga pelaku UMKM. Karena itu, kami terus mengembangkan layanan agar dapat menjawab kebutuhan masing-masing segmen secara lebih relevan, profesional, dan mudah diakses,” kata Arnita dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Di sektor pendidikan, layanan psikologi dapat membantu siswa mengenali potensi, minat, dan kemampuan individu. BIPI Consulting mengembangkan Future By BIPI untuk menyediakan layanan tersebut bagi sekolah dan siswa.

Sementara di lingkungan perusahaan, asesmen psikologi digunakan untuk mendukung proses rekrutmen, pemetaan potensi dan kompetensi, hingga pengembangan karyawan. Kebutuhan organisasi juga mencakup pelatihan, coaching, dan konsultasi pengelolaan SDM.

Pemanfaatan teknologi turut masuk dalam proses asesmen melalui platform tes online berbasis kecerdasan buatan (AI) dan fitur pemantauan. Namun, Arnita menilai teknologi tetap berfungsi sebagai pendukung, sementara pemahaman terhadap individu menjadi dasar dalam pengembangan SDM.

“Teknologi dapat membantu proses asesmen menjadi lebih efisien dan terpantau, tetapi pada akhirnya pemahaman terhadap individu tetap menjadi inti dalam pengembangan SDM. Kami melihat teknologi sebagai alat pendukung untuk memperkuat proses, bukan menggantikan peran profesional,” ujar Arnita.

Kebutuhan pengelolaan SDM juga muncul ketika UMKM berkembang dan mulai membutuhkan pembagian fungsi kerja yang lebih terstruktur. BIPI Consulting melalui BIPI HR-MU menyediakan layanan rekrutmen dan administrasi SDM bagi segmen tersebut.

Layanan itu mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP), deskripsi pekerjaan, struktur gaji, kontrak kerja, dan kebutuhan administrasi lainnya. Model tersebut memungkinkan pelaku UMKM menggunakan layanan pengelolaan SDM tanpa harus terlebih dahulu membentuk fungsi HR internal.

“Dengan model ini, UMKM dapat memperoleh dukungan pengelolaan SDM tanpa harus langsung membentuk fungsi HR internal atau merekrut karyawan khusus untuk kebutuhan tersebut,” ujar Arnita.

Perluasan penggunaan layanan psikologi dari sekolah hingga UMKM memperlihatkan kebutuhan pengelolaan potensi individu dan SDM pada berbagai skala organisasi. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi proses, sementara penilaian profesional tetap diperlukan untuk mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan setiap individu maupun organisasi.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi