Rabu 30 Sep 2026 09:02 WIB

Versi McKinsey, Ini Pekerjaan Paling Banyak Buka Lowongan di AS

AI tidak menghapus pekerjaan, tetapi memindahkan peluang kepada keterampilan baru.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Pencari kerja antre untuk mendaftar pekerjaan di Bursa Kerja 2026, Vivo Mall, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026 sebanyak 155,41 juta orang, naik 0,497 juta orang dibanding Februari 2026 dengan tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,57 persen, naik sebesar 0,01 persen poin dibanding Februari 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pencari kerja antre untuk mendaftar pekerjaan di Bursa Kerja 2026, Vivo Mall, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026 sebanyak 155,41 juta orang, naik 0,497 juta orang dibanding Februari 2026 dengan tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,57 persen, naik sebesar 0,01 persen poin dibanding Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kekhawatiran kecerdasan buatan (AI) akan menghilangkan pekerjaan manusia terus mengemuka. Namun, riset terbaru McKinsey Global Institute (MGI) menunjukkan sisi lain: Amerika Serikat diperkirakan masih akan membuka jutaan posisi pekerjaan baru dalam satu dekade mendatang, terutama di layanan kesehatan, konstruksi, manajemen, serta berbagai pekerjaan profesional dan teknis.

Laporan bertajuk Workforce in Motion: Skills and Pathways to Future Jobs in the United States yang dirilis pada Selasa (29/9/2026) memperkirakan lebih dari sepertiga posisi yang muncul dalam kelompok pekerjaan bertumbuh hingga 2035 akan terkonsentrasi pada empat kelompok besar. Keempatnya adalah pekerjaan pendukung layanan kesehatan, tenaga profesional kesehatan, konstruksi, dan manajemen.

Baca Juga

McKinsey bahkan memperkirakan sekitar lima juta pekerjaan bersih dapat bertambah hanya dari kelompok kesehatan dan konstruksi hingga 2035. Di tingkat sektor, pertumbuhan tenaga kerja diperkirakan paling terkonsentrasi pada layanan kesehatan, jasa profesional dan teknis, serta konstruksi.

Proyeksi tersebut muncul ketika AI dan otomatisasi justru diperkirakan mengambil alih semakin banyak aktivitas manusia. McKinsey memperkirakan teknologi otomatisasi dapat diterapkan pada sekitar 54 persen jam kerja yang saat ini dilakukan pekerja AS pada 2035, tetapi otomatisasi tugas tidak otomatis berarti jumlah pekerja berkurang dalam proporsi yang sama.

Kesehatan Jadi Ladang Pekerjaan

Layanan kesehatan menjadi salah satu sumber pekerjaan terbesar karena Amerika Serikat menghadapi populasi yang semakin tua. Penuaan penduduk meningkatkan kebutuhan terhadap layanan perawatan jangka panjang, pengobatan penyakit kronis dan spesialis, perawatan berbasis rumah, farmasi, nutrisi, koordinasi perawatan, serta berbagai layanan pendukung lainnya.

McKinsey memperkirakan perubahan demografi dapat menghasilkan sekitar delapan juta tambahan pekerjaan bersih di perekonomian AS hingga 2035. Angka tersebut tidak seluruhnya berada di rumah sakit atau klinik, tetapi perubahan demografi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan apa yang disebut McKinsey sebagai human economy.

Pekerjaan pendukung kesehatan dan tenaga profesional kesehatan karena itu berada di antara empat kelompok yang menampung lebih dari sepertiga posisi baru dalam pekerjaan yang sedang berkembang. Kebutuhan terhadap manusia juga relatif lebih sulit digantikan AI karena banyak pekerjaan kesehatan melibatkan interaksi langsung, penilaian profesional, empati, keterampilan fisik, dan tanggung jawab kepada pasien.

McKinsey memperkirakan tingkat penerapan otomatisasi pada pekerjaan profesional kesehatan hanya sekitar 26 persen dari jam kerja saat ini pada 2035. Angkanya jauh lebih rendah dibandingkan pekerjaan kantor dan administrasi yang diperkirakan dapat mencapai sekitar 80 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa eksposur terhadap AI tidak merata. Pekerjaan yang banyak menggunakan data, dokumen, pengolahan informasi, dan prosedur rutin jauh lebih mudah diotomatisasi dibandingkan pekerjaan yang membutuhkan tindakan fisik dan hubungan langsung dengan manusia.

Konstruksi Kekurangan Tenaga

Selain kesehatan, konstruksi menjadi salah satu penerima keuntungan terbesar dari perubahan ekonomi Amerika. McKinsey memperkirakan kebutuhan pembangunan perumahan, pembaruan infrastruktur, modernisasi jaringan listrik, elektrifikasi, perluasan kapasitas industri, hingga relokasi manufaktur kembali ke AS akan terus meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.

Kebutuhan konstruksi saja diperkirakan dapat menambah sekitar tiga juta pekerjaan ekuivalen penuh waktu hingga 2035. Sementara pembangunan sistem energi yang antara lain didorong pertumbuhan AI dapat menyumbang sekitar dua juta pekerjaan tambahan.

Jenis pekerjaan tersebut mencakup konstruksi, instalasi, perawatan, perbaikan, pekerjaan teknis, serta berbagai keahlian terampil. Karena pekerjaan tersebut terikat pada lokasi fisik dan membutuhkan aktivitas langsung di lapangan, tingkat substitusi oleh AI cenderung lebih terbatas dibandingkan pekerjaan administrasi.

Gambaran tersebut sejalan dengan laporan Fortune pada Selasa (29/9/2026). Mengutip pimpinan operasi pusat data Google untuk Ohio dan Indiana, Tim Chadwick, Fortune melaporkan terdapat “ratusan ribu” posisi pekerja terampil yang saat ini terbuka di AS, antara lain untuk teknisi listrik berpengalaman, pipefitter, dan manajer proyek.

Ledakan investasi pusat data menjadi salah satu pemicunya. Bertambahnya pembangunan infrastruktur komputasi AI membutuhkan bukan hanya insinyur perangkat lunak, tetapi juga teknisi listrik, pekerja instalasi, operator fasilitas, tenaga pendingin, konstruksi, dan berbagai profesi yang bekerja langsung dengan infrastruktur fisik.

Dengan kata lain, pertumbuhan AI justru menciptakan kebutuhan terhadap sebagian pekerjaan yang sekilas tidak memiliki hubungan langsung dengan pemrograman. Infrastruktur digital tetap membutuhkan dunia fisik untuk membangun pusat data, pembangkit listrik, jaringan listrik, fasilitas produksi cip, dan sistem pendinginnya.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi