REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Benturan keras dalam pertandingan olahraga tidak selalu berhenti pada rasa sakit atau memar biasa. Pada kondisi tertentu, benturan dapat menyebabkan hematoma yakni penumpukan darah di luar pembuluh darah akibat kerusakan pembuluh darah di jaringan otot.
Jika tidak ditangani dengan tepat, hematoma dapat menimbulkan pembengkakan dan nyeri hingga mengganggu fungsi otot. Kondisi ini cukup sering terjadi pada olahraga yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola, rugbi, dan hoki.
Dokter sekaligus dosen di IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, menjelaskan hematoma merupakan kumpulan darah yang terlokalisasi di luar pembuluh darah. "Hematoma ini terjadi ketika darah keluar dari pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler yang mengalami kerusakan dan terkumpul di jaringan otot yang mengalami benturan," ujar dr Agil dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Namun, hematoma tidak hanya disebabkan oleh benturan langsung. Menurut dr Agil, tarikan atau beban yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan serabut otot robek sehingga merusak pembuluh darah yang berada di dalam otot.
Darah yang terkumpul akibat kerusakan pembuluh darah selanjutnya dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada area yang mengalami cedera. Jika darah terperangkap di dalam lapisan pembungkus otot, tekanan di dalam jaringan dapat meningkat. Kondisi ini berpotensi mengganggu aliran darah sekaligus fungsi otot yang mengalami cedera.
"Sebaliknya, jika lapisan pembungkus otot turut mengalami robekan, darah dapat menyebar ke jaringan di antara otot. Akibatnya, memar atau hematoma dapat terlihat lebih luas," ujar dr Agil.
Penting untuk mengenali tanda-tanda hematoma. Menurut dr Agil, seseorang sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan apabila bengkak dengan cepat membesar, nyeri semakin berat, anggota tubuh yang cedera sulit digerakkan, terdapat perubahan bentuk, atau kondisi tidak kunjung membaik dan justru semakin memburuk.
"Kalau bengkak cepat membesar, nyeri semakin berat, anggota tubuh yang cedera sulit digerakkan, terdapat perubahan bentuk, atau kondisi tidak membaik bahkan semakin memburuk, sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan," kata dia.