REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui adanya kenaikan kasus influenza pada September 2026. Namun, hingga kini belum ada kenaikan jumlah pasien yang ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan saat ini terjadi tren kenaikan kasus influenza. Namun, kenaikan tersebut merupakan pola musiman yang biasa terjadi.
"Jadi kenaikan kasus influenza, kalau kita lihat tadi, saya sudah sampaikan itu pola musiman dan cenderung mulai meningkat di bulan September dan akan kasusnya cukup tinggi di sampai dengan akhir tahun," kata dia saat konferensi pers secara daring, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, biasanya kasus influenza akan kembali turun. Ia menilai, peningkatan kasus influenza sangat erat kaitannya dengan musim pancaroba dan musim kemarau yang panjang.
Ihwal informasi mengenai meningkatnya okupansi kamar di rumah sakit, Andi mengatakan, Kemenkes telah menurunkan tim untuk memantau kondisi di rumah sakit. Salah satu wilayah yang telah diperiksa adalah Bandung, di antaranya Rumah Sakit Bandung Kiwari dan Rumah Sakit Hasan Sadikin.
"Dan sampai saat ini, berdasarkan hasil pemantauan bahwa yang masuk melalui IGD tersebut, itu cenderung masih sama dengan hari-hari sebelumnya," kata dia.
Andi menjelaskan, kunjungan pasien biasanya selalu penuh. Namun, tidak berarti semua pasien yang datang disebabkan oleh influenza.
Berdasarkan pantauan Kemenkes, hanya sekitar 10 persen dari total pasein yang masuk di IGD menderita influenza. Angka itu disebut masih relatif sama seperti biasanya.
"Kita berharap bahwa tidak ada lonjakan yang mengakibatkan bahwa ada juga kepanikan di situ, kemudian juga karena tingginya kasus dan lain sebagainya. Kita berharap tentunya bahwa kasus influenza, terutama yang masuk ke rumah sakit itu bisa tertanggulangi dan kasus yang masuk ke rumah sakit itu terkendali," kata Andi.