REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Orang tua disarankan tidak asal memilih popok bayi karena produk tersebut bersentuhan langsung dengan kulit dalam waktu yang relatif lama. Kondisi lembap yang berlangsung terus-menerus ditambah gesekan pada area tertutup popok dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama karena kulit bayi masih lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa.
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika subspesialis dermatologi anak, dr. Triana Agustin, SpDVE, SubSp DA, mengatakan kulit bayi masih terus mengalami perkembangan. Karena itu, perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga fungsi perlindungan kulit tetap bekerja dengan baik.
"Kulit bayi lebih tipis dan terus mengalami perkembangan sehingga sensitif. Penting melakukan perawatan kulit yang baik dan benar agar fungsi kulit tidak terganggu dan tetap baik," kata Triana dalam peresmian sebuah toko popok bayi di Jakarta, Senin.
Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah tersebut mengatakan pemilihan popok merupakan salah satu bagian penting dalam perawatan kulit bayi. Sebab, berbeda dengan pakaian yang relatif memiliki sirkulasi udara lebih terbuka, popok menutupi area kulit tertentu dalam waktu panjang dan berulang setiap hari.
"Pemilihan popok bayi penting karena popok dipakai lama, kontak hampir 24 jam dengan kulit bayi. Kondisi lembap dan gesekan rawan menyebabkan iritasi kulit bayi," ujarnya.
Menurut Triana, persoalan bukan semata-mata terletak pada berapa lama bayi mengenakan popok. Kondisi kulit di balik popok juga perlu menjadi perhatian karena paparan kelembapan, urine, feses, serta gesekan dapat memengaruhi kenyamanan kulit bayi.
Karena itu, kemampuan menyerap cairan menjadi salah satu pertimbangan penting ketika orang tua memilih popok bayi. Semakin baik cairan terserap dan dijauhkan dari permukaan kulit, kondisi area yang tertutup popok dapat lebih terjaga.
"Hal utama yang perlu diperhatikan dalam memilih popok adalah kemampuan popok dalam menyerap air sehingga kulit terlindungi. Selain itu, perlu didukung oleh kebersihan area popok dengan mengganti popok secara berkala. Kalau penuh atau BAB harus segera diganti," kata Triana.
Daya Serap Bukan Satu-satunya Faktor
Triana menyebut terdapat studi yang dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika Indonesia (Perdoski) yang membandingkan penggunaan popok dengan daya serap tinggi dan popok standar. Menurut dia, hasil studi tersebut menunjukkan penggunaan popok berdaya serap tinggi dapat membantu mempertahankan kondisi kulit bayi sehingga tidak mengalami iritasi.
Namun, kemampuan menyerap cairan tidak berarti orang tua dapat membiarkan popok digunakan terlalu lama. Kebiasaan mengganti popok tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kondisi kulit bayi.
Triana mencontohkan kebiasaan sebagian orang tua di Jepang yang cenderung segera mengganti popok setelah bayi buang air kecil. Praktik tersebut menunjukkan bahwa menjaga kulit agar tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap sama pentingnya dengan memilih produk dengan kemampuan penyerapan yang baik.
Ia menyarankan orang tua mengganti popok bayi sekitar setiap empat jam dalam kondisi normal. Namun, patokan tersebut tidak berlaku mutlak apabila popok sudah penuh atau bayi buang air besar.
Dalam kondisi tersebut, popok perlu segera diganti tanpa menunggu empat jam. Kontak kulit dengan feses dan kelembapan yang terlalu lama perlu dihindari untuk membantu mengurangi risiko gangguan pada kulit di area popok.