REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Waktu bersama keluarga tidak selalu harus diisi dengan kegiatan besar atau membutuhkan waktu panjang. Kehadiran orang tua yang benar-benar terlibat dalam aktivitas sederhana bersama anak justru dapat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan keluarga.
Psikolog Saskhya Aulia Prima mengatakan, kebutuhan untuk memiliki waktu berkualitas bersama keluarga perlu dilihat sebagai bagian dari keseimbangan dalam menjalani peran sehari-hari, terutama bagi orang tua. Menurut dia, tekanan dalam pengasuhan selama ini masih kerap lebih banyak dibebankan kepada ibu.
“Tekanan terhadap orang tua, khususnya ibu, sejauh ini berat sebelah. Dalam banyak masyarakat Indonesia, perempuan dituntut mengurus anak dan harus becus, laki-laki tidak. Padahal, ibu juga perlu bahagia,” ujar Saskhya dalam acara Family Happy Day di Menara Saujana, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Saskhya, kondisi orang tua turut berpengaruh terhadap dinamika pengasuhan di rumah. Karena itu, menjaga kebahagiaan dan keseimbangan orang tua bukan semata persoalan pribadi, tetapi juga berkaitan dengan terciptanya hubungan yang lebih baik di dalam keluarga.
“Kalau ibu bahagia, otomatis pola asuh lebih optimal dan keluarga lebih harmonis,” katanya.
Ia menambahkan, quality time bersama keluarga tidak harus diwujudkan melalui agenda khusus. Aktivitas sehari-hari seperti makan bersama, berbincang, atau melakukan kegiatan sederhana dengan perhatian penuh dapat menjadi kesempatan bagi orang tua dan anak untuk membangun koneksi.