REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengalaman bergonta-ganti produk skincare tanpa membuahkan hasil yang memuaskan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang yang berjuang melawan masalah jerawat. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa frustrasi karena solusi konvensional tak kunjung memberikan efek optimal.
Namun, persoalan jerawat membandel sebenarnya tidak selalu berakar pada ketidakcocokan bahan aktif dalam produk perawatan, melainkan bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan ekosistem mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit. Memahami kebutuhan akan pendekatan perawatan yang lebih spesifik, Regene Genomics memperkenalkan inovasi terbarunya bernama SkinSignal.
Inovasi ini hadir sebagai solusi analisis mikrobioma kulit dengan pendekatan berbasis DNA untuk membantu memberikan gambaran mengenai profil mikrobioma kulit secara lebih personal. Melalui metode analisis modern ini, masyarakat dapat memahami kondisi ekosistem kulit mereka secara berdasar, sehingga langkah perawatan yang diambil menjadi lebih terarah.
Dalam penerapannya, SkinSignal menganalisis 14 mikroorganisme untuk memberikan gambaran mengenai profil mikrobioma kulit berdasarkan sampel yang diperiksa. Hasil dari analisis mendalam ini disajikan melalui pengelompokan yang dinamakan The Four Pillars, yang mencakup Barrier-supporting Group, Sebum-adapted Group, Pro-inflammatory Group, serta Fungal Indicator. Untuk melengkapi interpretasi data tersebut, SkinSignal juga menyertakan SkinSignal Barrier Index, yakni sebuah indeks terukur yang dikembangkan khusus untuk membaca kekuatan pelindung alami kulit.
CEO Regene Genomics, Vichi Lestari, menjelaskan pentingnya memahami keunikan biologis setiap orang dalam merawat kulit. "Kami percaya bahwa setiap individu memiliki karakteristik kulit yang berbeda, sehingga pendekatan perawatannya pun tidak selalu dapat disamaratakan. Melalui SkinSignal, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan perspektif yang lebih personal mengenai mikrobioma kulit melalui informasi berbasis data," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (23/9/2026).
Peluncuran ini sekaligus memperluas rekam jejak Regene Genomics dalam pemanfaatan data biologis untuk mendukung kesehatan yang sifatnya personalized. Perusahaan yang bergerak di bidang healthtech ini sebelumnya telah sukses memelopori berbagai tes DNA yang memberikan wawasan genetik pada berbagai aspek kehidupan, seperti Prim-O, Health-Y, Cance-R, Nutri-C, Derma-G, Kid-D, Promi-L, hingga Emo-Q. Jika tes genomik berfokus pada faktor genetik bawaan manusia, maka analisis mikrobioma seperti SkinSignal memberikan perspektif atas komunitas mikroorganisme yang hidup pada tubuh. Keduanya saling melengkapi dalam memberikan potret biologis yang lebih utuh.