Jumat 18 Sep 2026 08:24 WIB

Bukan Sekadar Rewel, Bayi Ternyata ‘Kaget’ Jika Tangisannya Dibiarkan

Bayi ternyata sudah memiliki ekspektasi orang dewasa akan datang untuk menghibur.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Ibu dan bayi (ilustrasi). Studi terbaru menunjukkan bahwa bayi ternyata sudah memiliki ekspektasi bahwa orang dewasa akan datang untuk menghibur mereka ketika menangis.
Foto: Dok. Freepik
Ibu dan bayi (ilustrasi). Studi terbaru menunjukkan bahwa bayi ternyata sudah memiliki ekspektasi bahwa orang dewasa akan datang untuk menghibur mereka ketika menangis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum bisa berbicara, bayi kerap menangis ketika merasa tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa bayi ternyata sudah memiliki ekspektasi bahwa orang dewasa akan datang untuk menghibur mereka ketika menangis.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology itu menemukan bayi tampak terkejut ketika melihat orang dewasa mengabaikan tangisan mereka dan memilih melanjutkan pekerjaan rumah tangga. "Bahkan sebelum bayi dapat berbicara, mereka sudah memiliki ekspektasi terhadap pengalaman pengasuhan yang positif," kata peneliti utama dari University of Illinois Urbana-Champaign Kexin Hu dilansir laman US News, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga

Dalam penelitian tersebut, lebih dari 75 bayi diperlihatkan serangkaian video yang menampilkan seorang perempuan sedang melakukan pekerjaan rumah tangga. Para peneliti kemudian memberikan dua video uji kepada bayi.

Dalam video pertama, perempuan tersebut mengabaikan bayi yang menangis dan tetap melanjutkan pekerjaan rumah tangganya. Lalu pada video kedua, perempuan itu menghentikan pekerjaannya dan pergi untuk menghibur bayi yang menangis.

Peneliti kemudian mengukur berapa lama bayi menatap masing-masing video. Cara ini digunakan karena bayi diketahui cenderung memandang lebih lama pada sesuatu yang tidak mereka duga atau dianggap mengejutkan.

"Jika mereka mental lebih lama pada peristiwa yang tidak terduga, ini menunjukkan bahwa mereka mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi," kata peneliti senior Nancy McElwain, seorang profesor riset di Universitas Illinois Urbana-Champaign.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi