REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komika David Nurbianto memerankan karakter Bahlil di film horor komedi Warga Rusun 609 arahan Herwin Novianto. Bahlil digambarkan sebagai developer zalim yang mengancam akan menggusur warga dari rusun demi menyulap kawasan itu menjadi proyek yang lebih menguntungkan.
David mengatakan persoalan yang diangkat di film ini dirancang agar dekat dengan realitas yang terjadi di Indonesia. Menurut dia, karakter seperti Bahlil juga bukan hal yang asing dan dapat ditemui di kehidupan nyata.
"Bahlil diplot sebagai developer yang zalim, dan orang seperti karakter bahlil ini banyak banget ditemui di Indonesia. Saya juga melihat isu ini sangat dekat dengan realita yang ada di Indonesia, penggusuran demi kepentingan kapitalis," kata David saat diwawancara di kantor Republika, Kamis (17/9/2026).
Karakter Bahlil juga menjadi salah satu sumber komedi sekaligus ketegangan di film Warga Rusun 609. Bahkan menurut David, karakter yang diperankannya terasa lebih menyeramkan dibandingkan Bunga, sosok hantu yang diperankan Ranty Maria.
"Jadi emang kayaknya karakter gue itu lebih menakutkan daripada si Bunga, sosok hantu yang diperankan Ranty Maria," kata dia.
Meski ini merupakan adaptasi dari film horor komedi Thailand Buppah Rahtree, David menilai Warga Rusun 609 tetap merepresentasikan budaya dan problematika sosial di Indonesia. Karena itu menurut dia, film ini akan sangat relate dengan masyarakat Indonesia.
"Memang ini adaptasi dari film Thailand, tapi saya kira semua elemen di film Warga Rusun 609 udah dicocokkan dengan kebiasaan, budaya, dan masalah yang ada di Indonesia. Jadi pasti relate deh," kata dia.
Pengambilan gambar film ini dilakukan langsung di sebuah rumah susun di Jakarta. Bagi David, proses tersebut menjadi pengalaman yang berkesan karena para pemain dan kru seolah ikut menjadi bagian dari kehidupan warga rusun.
Saat jeda syuting, David dan para pemain lainnya kerap berkumpul layaknya warga rusun. Aktivitas penghuni juga tetap berjalan karena rumah susun tersebut tidak sepenuhnya ditutup selama proses produksi.
"Terus karena syutingnya di rusun, ya. Jadi kita pas break syuting juga ya ngumpul aja gitu seperti warga rusun. Dan kita syuting rusun beneran, dan rusun itu enggak kita block, warga yang punya unit di sana ya tetap boleh lewat, terus kita ya nyapa gitu. Jadi beneran kayak warga rusun asli," kata David.
Tak hanya sebagai pemain, David juga dipercaya menjadi konsultan komedi. Untuk membangun komedi dalam film ini, ia mengaku lebih memilih menuangkan ide melalui skrip, meski tetap membuka ruang untuk improvisasi.
"Bagi saya, komedi yang baik itu ya harus bikin skrip, tapi selalu ada ruang untuk improvisasi. Tapi pada dasarnya untuk adegan itu ya sesuai skip," kata dia.