REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Palestina memilih film dokumenter Citizen Osama karya sutradara Ahmed Hassouna sebagai perwakilan resmi untuk Academy Awards atau Oscar 2027. Film tersebut akan bersaing di kategori Best International Feature Film.
Menteri Kebudayaan Palestina Imad Abdullah Salerm Hamdan mengumumkan pemilihan Oscar pada 31 Agustus menyusul rekomendasi dari komite independen profesional film. Seleksi ini menjadikan Citizen Osama sebagai karya Palestina ke-19 dalam kategori tersebut sejak 2003.
Pemilihan ini dilakukan setelah Citizen Osama tampil dalam Festival Film Venesia melalui program Venice Open. Bagi Hassouna, yang masih berada di Gaza dan tidak dapat hadir langsung di Venesia, festival ini bukan hanya sekadar prestise. Namun juga ruang baginya untuk menceritakan pengalaman dan suara dari Gaza melalui gambar.
"Penayangan perdana film ini bukan hanya soal prestise. Yang penting bagi saya adalah ruang yang diberikan festival kepada kami untuk menceritakan kisah kami. Ini adalah cara kami mengatakan kepada dunia bahwa kami, rakyat Palestina, masih ada di sini," kata dia dilansir laman High On Films, Kamis (10/9/2026).
Berdurasi 69 menit, Citizen Osama mengikuti kisah Osama Al-Ashi, seorang fotografer seni yang beralih menjadi pembuat dokumenter perang di Gaza Utara. Di tengah konflik yang terus berkecamuk, Osama berusaha melindungi istri dan bayi mereka yang baru lahir sembari mendokumentasikan kehancuran yang terjadi di tempat tinggalnya.
Film ini memadukan pengalaman pribadi Osama dengan realitas perang yang lebih luas. Pengeboman, kelaparan, pengungsian, kehilangan, sekaligus trauma menjadi bagian dari cerita. Osama juga tidak hanya digambarkan sebagai saksi perang. Film ini mengeksplorasi pergulatan antara tanggung jawabnya sebagai dokumenter yang merekam perang dan tanggung jawabnya sebagai suami sekaligus ayah.
Bagi sutradara Hassouna, pengalaman Osama juga mewakili pengalaman dan perjuangan masyarakat di Gaza yang hidup di tengah genosida Israel yang terus berlangsung. "Ketika kita berbicara tentang perang, kita sedang berbicara tentang Citizen Osama," kata Hassouna.
Hassouna mengatakan, perjalanan dari Gaza ke Venesia dan kini menuju Oscar menjadi kesempatan bagi sineas Palestina untuk menceritakan kisah mereka sendiri, sekaligus bukti bahwa rakyat Palestina masih eksis. "Kami mencintai kehidupan dan kami mencintai sinema. Dan kami percaya bahwa suatu hari nanti kisah-kisah kami dapat berubah menjadi lebih baik," kata Hassouna.