Kamis 10 Sep 2026 15:01 WIB

Mau Kerja di Inggris? Deretan Lowongan Ini Tawarkan Gaji hingga Rp800 Juta

Lowongan lain menunjukkan AI tidak lagi hanya dibutuhkan oleh perusahaan teknologi.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesempatan memasuki dunia kerja di Inggris kembali terbuka melalui sejumlah program apprenticeship atau pemagangan berbayar. Menariknya, beberapa perusahaan menawarkan gaji puluhan ribu poundsterling per tahun, bahkan mencapai 35 ribu poundsterling atau sekitar Rp 830 juta per tahun.

Sejumlah posisi tersebut tersebar mulai dari sektor kesehatan, pengasuhan anak, teknologi informasi, akuntansi, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan penghasilan sekaligus kualifikasi profesional selama mengikuti program.

Baca Juga

The Scottish Sun dalam laporan yang diterbitkan pada 3 September 2026 mencatat sedikitnya enam program apprenticeship dengan tawaran gaji relatif tinggi tengah tersedia di sejumlah wilayah Inggris dan Wales. Tawaran tertinggi mencapai 35 ribu poundsterling per tahun untuk posisi Deputy Nursery Manager.

Dengan kurs sekitar Rp 23.832 per poundsterling pada 3 September 2026, nilai tersebut setara sekitar Rp 834 juta per tahun. Dengan demikian, besaran gajinya berada pada kisaran hampir Rp 70 juta per bulan jika sekadar dikonversikan ke rupiah, meski perbandingan tersebut belum memperhitungkan pajak maupun tingginya biaya hidup di Inggris.

Gaji Rp 800 Juta untuk Pengelola Nursery

Salah satu tawaran paling tinggi berasal dari Omraj Childcare di Sutton, London selatan. Perusahaan tersebut membuka program apprenticeship untuk posisi Deputy Nursery Manager dengan bayaran 35 ribu poundsterling per tahun.

Program itu berlangsung selama dua tahun dengan beban kerja 40 jam per pekan. Peserta akan menjalani pelatihan menuju kualifikasi Level 5 sebagai early years lead practitioner sekaligus memperoleh pengalaman memimpin pekerja di fasilitas pendidikan dan pengasuhan anak.

Pekerjaan tersebut bukan sekadar mengasuh anak. Peserta juga akan dilatih mengelola staf, menjaga standar pendidikan, memastikan aspek keselamatan dan perlindungan anak, serta ikut menangani operasional harian nursery. Program dijadwalkan mulai 30 September 2026.

Besaran penghasilan itu cukup mencolok karena apprenticeship selama ini kerap diasosiasikan dengan pekerjaan pemula bergaji rendah. Skema tersebut menunjukkan bahwa pada jenjang dan bidang tertentu, perusahaan Inggris bersedia membayar cukup tinggi kepada pekerja yang sekaligus masih menjalani pelatihan.

Sektor Teknologi Ikut Memburu Pekerja

Kesempatan lain datang dari sektor teknologi informasi. Posisi Apprentice IT Asset Manager yang berbasis di Manchester atau Blackpool menawarkan gaji 32.137 poundsterling per tahun.

Peserta akan memperoleh kualifikasi Level 3 sebagai Digital Support Technician. Tugasnya mencakup pencatatan perangkat teknologi milik perusahaan, perangkat lunak, lisensi, hingga biaya langganan teknologi. Program tersebut umumnya berlangsung sekitar 15 bulan dan dijadwalkan mulai Februari 2027.

Jika dikonversikan dengan kurs awal September, gaji 32.137 poundsterling setara lebih dari Rp 760 juta per tahun. Angka itu memperlihatkan bahwa kemampuan mengelola aset digital kini menjadi bagian penting dalam operasi perusahaan, bukan hanya fungsi pendukung.

Perubahan kebutuhan tenaga kerja tersebut semakin terlihat dari hadirnya posisi yang secara khusus mencantumkan AI dalam deskripsi pekerjaannya.

Production company Chatterbox di Brighton, misalnya, mencari AI & Digital Marketing Apprentice. Peserta ditawarkan gaji 22 ribu poundsterling per tahun atau sekitar Rp 524 juta.

Pekerjaan tersebut mencakup pengelolaan LinkedIn, Instagram, Facebook, dan TikTok, pembuatan tulisan dan materi grafis, hingga penggunaan perangkat AI untuk mencari ide serta membuat konten. Peserta juga akan mempelajari pembuatan dan penyuntingan video serta penggunaan analitik digital.

Program berlangsung sekitar 14 bulan dengan waktu kerja 37,5 jam per pekan. Peserta akan memperoleh kualifikasi Level 3 di bidang multi-channel marketing.

Berita Lainnya

Rekomendasi