Rabu 09 Sep 2026 14:01 WIB

Apresiasi Open AI, Jensen Huang: Selamat Atas Peluncuran AI Terkuat

GPT-6 Astra dilatih menggunakan lebih dari 100 ribu GPU Nvidia Grace Blackwell.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
CEO NVIDIA Jensen Huang.
Foto: EPA-EFE/SHAWN THEW
CEO NVIDIA Jensen Huang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Nvidia Jensen Huang memberikan apresiasi terbuka kepada OpenAI setelah perusahaan pembuat ChatGPT meluncurkan GPT-6 Astra, model kecerdasan buatan terbarunya yang diklaim memiliki kemampuan paling tinggi dibandingkan model-model OpenAI sebelumnya. Huang bahkan melangkah lebih jauh dengan menyatakan artificial general intelligence atau AGI telah tiba.

Sebagaimana dilaporkan Business Insider pada Senin, 7 September 2026, Huang menyampaikan pujian itu melalui akun X miliknya sehari sebelumnya. Ia menyoroti perkembangan cepat OpenAI hanya dalam empat tahun sejak ChatGPT diluncurkan hingga lahirnya Astra.

Baca Juga

“Dari ChatGPT ke o1 lalu Astra dalam empat tahun. AGI telah tiba. Selamat kepada tim OpenAI,” tulis Huang pada Ahad, 6 September 2026.

Huang sekaligus mengungkap besarnya infrastruktur komputasi di belakang Astra. Menurut dia, GPT-6 Astra dilatih menggunakan lebih dari 100 ribu GPU Nvidia Grace Blackwell, sementara sekitar 400 ribu GPU lainnya akan segera mulai beroperasi.

Business Insider mencatat pernyataan Huang menarik perhatian karena istilah AGI hingga kini bahkan belum memiliki definisi tunggal yang disepakati industri dan komunitas ilmiah. Klaim tersebut kemudian membuka kembali perdebatan apakah model AI terbaru benar-benar telah mencapai kecerdasan umum setingkat manusia atau hanya mencapai lompatan besar pada sejumlah tugas tertentu.

OpenAI sendiri resmi memperkenalkan GPT-6 Astra pada Kamis, 3 September 2026. Dalam pengumuman resminya pada hari itu, perusahaan menyebut Astra sebagai model “paling cerdas dan paling selaras” yang pernah dikembangkannya.

OpenAI mengatakan Astra mencatat kemampuan mutakhir dalam penggunaan komputer, penelusuran internet, rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, sains, hingga pekerjaan profesional. Model tersebut juga dirancang semakin mampu menyelesaikan rangkaian pekerjaan dengan beberapa tahapan, tidak sekadar memberikan jawaban melalui percakapan.

Dengan kemampuan itu, batas antara chatbot dan agen digital menjadi semakin tipis. Astra dapat melakukan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan pengguna berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, mulai dari mengisi formulir, mengelola data, melakukan riset hingga menyiapkan dokumen.

Pada Selasa, 8 September 2026, OpenAI kembali menekankan perubahan tersebut melalui tulisan berjudul “The Work Now Within Reach”. Perusahaan menyebut Astra sebagai langkah besar dalam kemampuan AI yang dapat mengubah pekerjaan yang sebelumnya terhambat oleh waktu, biaya, atau keterbatasan akses terhadap keahlian menjadi lebih mungkin dilakukan.

Perkembangan itu menjadikan pujian Huang bukan sekadar ucapan selamat antarpetinggi perusahaan teknologi. Astra sekaligus menjadi demonstrasi terbaru mengenai seberapa besar kemampuan AI dapat meningkat ketika model, data, algoritma, dan infrastruktur komputasi dalam skala sangat besar digabungkan.

OpenAI: Selamat Datang di Era AGI

Huang bukan satu-satunya tokoh yang menggunakan istilah AGI ketika membicarakan Astra. Presiden OpenAI Greg Brockman juga menggunakan bahasa serupa saat berbicara kepada wartawan pada hari peluncuran.

Sebagaimana dilaporkan Business Insider pada Kamis, 3 September 2026, Brockman mengatakan, “Selamat datang di era AGI.” Ia menilai pada masa depan masyarakat mungkin akan melihat kembali periode sekarang sebagai titik ketika artificial general intelligence mulai terwujud.

“Bagi saya pribadi, saya memang berpikir kita sudah sampai di sana,” kata Brockman. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi dan bukan deklarasi ilmiah bahwa seluruh kriteria AGI telah terpenuhi.

OpenAI selama ini mendefinisikan AGI sebagai sistem yang sangat otonom dan mampu mengungguli manusia dalam sebagian besar pekerjaan yang bernilai ekonomi. Definisi tersebut juga lebih luas dibandingkan ukuran kecerdasan yang hanya didasarkan pada kemampuan menjawab pertanyaan atau memperoleh skor tinggi dalam sebuah tes.

Astra memang menunjukkan kemajuan besar menuju kemampuan tersebut. Namun persoalan mengenai apakah kemajuan itu sudah cukup untuk disebut AGI tetap menjadi sumber perdebatan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi