Jumat 04 Sep 2026 17:42 WIB

Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Naik Jadi Rp10 Ribu, Pengelola: Demi Kesejahteraan Satwa

Selama lebih dari 20 tahun tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan belum pernah naik.

Gorila dataran rendah (Gorilla gorilla gorilla) bernama Kumbo memakan buah saat perayaan ulang tahunnya di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Ahad (10/5/2026). Taman Margasatwa Ragunan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 dua gorila bernama Kihi dan Kumbo.
Foto: ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya
Gorila dataran rendah (Gorilla gorilla gorilla) bernama Kumbo memakan buah saat perayaan ulang tahunnya di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Ahad (10/5/2026). Taman Margasatwa Ragunan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 dua gorila bernama Kihi dan Kumbo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mendorong penyesuaian atau kenaikan tarif tempat wisata tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan hewan. Kenaikan tarif masuk diusulkan menjadi sebesar Rp10 ribu.

"Usulan penyesuaian tarif sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hingga saat ini belum ditetapkan. Usulan tersebut kembali disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan," kata Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi. Sejalan dengan komitmen tersebut, usulan penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan kembali menjadi perhatian.

Wahyudi menilai penyesuaian tarif perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan perkembangan kebutuhan pengelolaan taman margasatwa.

Terlebih, selama lebih dari 20 tahun tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan belum mengalami penyesuaian, sementara kebutuhan pemeliharaan dan perawatan satwa, pemenuhan standar kesejahteraan satwa, pemeliharaan fasilitas, serta peningkatan sarana dan prasarana terus berkembang.

"Penyesuaian tarif bukan semata-mata mengenai kenaikan biaya bagi pengunjung, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan, menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih baik, serta memastikan satwa mendapatkan perawatan dan lingkungan yang semakin berkualitas," ucapnya.

Pemanfaatan peningkatan pendapatan nantinya tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prioritas peningkatan kualitas pengelolaan diarahkan antara lain pada peningkatan kesejahteraan satwa, melalui pemenuhan kebutuhan pakan dan nutrisi, pelayanan kesehatan, perawatan, pengayaan perilaku (enrichment), serta peningkatan kualitas habitat dan lingkungan satwa.

Kedua, peningkatan kualitas juga mencakup fasilitas, sarana, dan prasarana pelayanan, sehingga pengunjung memperoleh pelayanan yang semakin aman, nyaman, edukatif, inklusif, dan berkualitas.

Dengan peningkatan kualitas tersebut, Taman Margasatwa Ragunan diharapkan terus berkembang menjadi lembaga konservasi yang modern, profesional, dan mampu memenuhi standar pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi