Kamis 03 Sep 2026 15:19 WIB

Kelihatan Sehat, tapi Bentuk Tubuh Berubah? Bisa Jadi Tanda Skoliosis

Perubahan kecil pada bentuk tubuh dapat menjadi petunjuk awal skoliosis.

Perubahan pada tulang belakang tidak selalu datang bersama rasa sakit. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com.
Perubahan pada tulang belakang tidak selalu datang bersama rasa sakit. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan pada tulang belakang tidak selalu datang bersama rasa sakit. Pada anak dan remaja, seseorang bisa tetap bersekolah, berolahraga, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa keluhan berarti. Namun, orang tua mungkin mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda pada bentuk tubuhnya.

Salah satu bahu terlihat sedikit lebih tinggi. Kaos seperti jatuh miring meskipun ukurannya pas. Lekukan pinggang kanan dan kiri tidak sama. Atau ketika membungkuk, salah satu sisi punggung tampak lebih menonjol.

Baca Juga

Hal-hal kecil seperti ini mudah dianggap sebagai kebiasaan berdiri atau postur yang kurang baik. Padahal, dalam kondisi tertentu, perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari perubahan tubuh yang berkaitan dengan skoliosis.

Karena skoliosis tidak selalu menimbulkan rasa sakit pada tahap awal, perubahan bentuk tubuh justru bisa menjadi petunjuk yang terlihat lebih dulu.

Bahu tinggi sebelah bukan cuma soal kebiasaan membawa tas

Bahu yang tidak berada pada ketinggian yang sama cukup mudah terlihat dari belakang. Namun, perbedaannya terkadang sangat kecil. Satu bahu mungkin hanya sedikit lebih tinggi, sementara sisi lainnya terlihat lebih turun.

Tidak semua bahu yang tidak sejajar berarti seseorang mengalami skoliosis. Posisi berdiri, ketegangan otot, kebiasaan membawa barang pada satu sisi, dan berbagai faktor lain juga dapat memengaruhi penampilan tubuh.

Yang patut diperhatikan adalah jika asimetri tersebut terus terlihat saat tubuh berada dalam posisi santai dan muncul bersama perubahan lain, misalnya tulang belikat yang lebih menonjol atau bentuk pinggang kanan dan kiri yang berbeda.

Pakaian terlihat miring padahal ukurannya pas

Kadang perubahan tubuh justru pertama kali disadari dari pakaian. Kaos terlihat lebih panjang di satu sisi. Garis belakang pakaian tidak berada tepat di tengah. Rok atau celana tampak sedikit lebih tinggi pada salah satu sisi.

Sekali atau dua kali tentu bisa disebabkan potongan pakaian. Namun, jika hal yang sama terus terlihat pada berbagai jenis pakaian, ada baiknya memperhatikan apakah bentuk bahu, pinggang, atau panggul juga terlihat tidak simetris.

Pada anak yang sedang mengalami pertumbuhan cepat, perubahan seperti ini sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang akan hilang dengan sendirinya.

Lekukan pinggang kanan dan kiri terlihat berbeda

Coba berdiri di depan cermin dengan kedua lengan rileks di samping tubuh.

Pada sebagian orang, ruang antara lengan dan pinggang kanan terlihat berbeda dibandingkan sisi kiri. Salah satu sisi pinggang dapat tampak lebih lurus, sementara sisi lainnya mempunyai lekukan yang lebih dalam.

Perbedaan ini juga tidak otomatis menunjukkan adanya skoliosis.

Namun, jika muncul bersamaan dengan bahu yang tidak sejajar atau perubahan bentuk punggung, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan penyebabnya.

Yang perlu dihindari adalah mencoba menegakkan diagnosis hanya dari foto atau video di internet.

Bentuk tubuh merupakan petunjuk awal, bukan pengganti pemeriksaan.

Salah satu sisi punggung lebih menonjol saat membungkuk

Ada perubahan lain yang terkadang baru terlihat ketika seseorang membungkukkan tubuh ke depan.

Dari posisi berdiri, punggung mungkin terlihat relatif seimbang. Namun, ketika membungkuk, salah satu sisi punggung atau area tulang rusuk tampak lebih tinggi dibandingkan sisi lainnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Skoliosis bukan hanya perubahan tulang belakang ke arah kanan atau kiri. Pada sebagian kasus, terdapat komponen rotasi yang ikut memengaruhi bentuk batang tubuh dan posisi tulang rusuk.

Karena itu, perubahan skoliosis sebenarnya terjadi dalam tiga dimensi.

Inilah alasan bentuk tubuh dari belakang dapat memberikan informasi yang tidak selalu terlihat jika seseorang hanya memperhatikan apakah tulang belakang tampak "bengkok".

Tubuh tampak bergeser ke kanan atau kiri

Pada beberapa orang, posisi kepala dan batang tubuh juga terlihat tidak tepat berada di tengah panggul. Seseorang mungkin tampak sedikit bergeser ke kanan atau kiri meskipun kedua kaki berdiri sejajar.

Tubuh memiliki kemampuan untuk mencari keseimbangan. Karena itu, satu kurva pada tulang belakang dapat disertai kurva lain yang membantu tubuh tetap berada dalam posisi relatif seimbang.

Dari luar, perubahan ini bisa tampak sebagai kombinasi dari bahu yang tidak sejajar, pinggang asimetris, dan posisi batang tubuh yang berbeda.

Tidak semua orang dengan skoliosis akan menunjukkan tanda yang sama.

Ada yang perubahan bahunya lebih jelas. Ada yang justru baru terlihat saat membungkuk. Ada pula yang baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan untuk alasan lain.

Kenapa masa pertumbuhan perlu mendapat perhatian lebih?

Perubahan kecil pada tubuh menjadi lebih penting ketika terjadi pada anak dan remaja yang sedang berada dalam fase pertumbuhan cepat.

Pada periode ini, tulang belakang juga masih berkembang.

Jika memang terdapat kurva skoliosis, dokter tidak hanya melihat kondisi saat ini. Pertanyaan penting lainnya adalah apakah anak masih memiliki banyak pertumbuhan yang tersisa dan apakah kurva tersebut menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu.

Karena itu, membandingkan kondisi hari ini dengan beberapa bulan sebelumnya dapat memberikan informasi yang berguna.

Orang tua terkadang baru menyadari perbedaannya setelah melihat foto anak setahun sebelumnya.

Bahu yang dulu terlihat sejajar mulai berubah. Pinggang tampak semakin tidak simetris. Atau salah satu sisi punggung menjadi lebih terlihat ketika anak membungkuk.

Perubahan progresif seperti ini lebih penting untuk diperhatikan dibandingkan mencari satu tanda yang dianggap pasti menunjukkan skoliosis.

Jangan menilai tingkat keparahan hanya dari penampilan

Punggung yang terlihat lebih asimetris tidak selalu berarti derajat skoliosisnya jauh lebih besar.

Sebaliknya, skoliosis dengan kelengkungan tertentu juga belum tentu terlihat dramatis dari luar.

Penampilan tubuh dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk lokasi kurva, rotasi tulang belakang, bentuk tulang rusuk, pola kelengkungan, dan struktur tubuh masing-masing orang.

Karena itu, tidak tepat jika seseorang mencoba memperkirakan:

"Kelihatannya sedikit, berarti skoliosisnya pasti ringan."

atau sebaliknya:

"Tonjolannya jelas, berarti pasti sudah parah."

Untuk mengetahui besar kelengkungan, evaluasi radiologi diperlukan. Sedangkan pemeriksaan fisik membantu melihat bagaimana perubahan tersebut memengaruhi bentuk dan keseimbangan tubuh.

Keduanya memberikan informasi yang berbeda.

Tidak sakit bukan alasan untuk mengabaikannya

Ini mungkin bagian yang paling penting.

Pada banyak kondisi kesehatan, rasa sakit menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa.

Namun, pada skoliosis, terutama pada anak dan remaja, tidak adanya rasa sakit tidak selalu berarti tidak ada perubahan.

Karena itu, perhatian sebaiknya tidak hanya diberikan ketika anak mulai mengeluhkan nyeri.

Jika bahu terlihat semakin tidak sejajar, bentuk pinggang berubah, punggung semakin asimetris, atau perubahan menjadi lebih jelas selama masa pertumbuhan, evaluasi dapat membantu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut materi edukasi Spine Clinic Family Holistic, kondisi skoliosis perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk pola dan besar kurva, perubahan bentuk tubuh, pertumbuhan yang masih tersisa, serta perkembangan kondisi dari waktu ke waktu.

Tujuan pemeriksaan bukan untuk membuat semua perubahan postur menjadi sesuatu yang menakutkan.

Justru sebaliknya.

Dengan mengetahui kondisi lebih awal, dapat ditentukan apakah perubahan tersebut hanya perlu diamati, perlu dipantau secara berkala, atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Perhatikan perubahannya, bukan hanya keluhannya

Bahu yang sedikit berbeda tinggi atau pakaian yang terlihat miring mungkin tampak seperti hal kecil.

Sering kali memang bukan sesuatu yang serius.

Namun, jika beberapa perubahan muncul bersamaan dan menjadi semakin jelas, terutama pada anak yang sedang bertumbuh cepat, tidak ada salahnya mencari tahu penyebabnya.

Tubuh tidak selalu memberi peringatan dalam bentuk rasa sakit.

Kadang sinyalnya jauh lebih sederhana: bentuk yang perlahan berubah.

Dan pada kondisi seperti skoliosis, menyadari perubahan tersebut lebih awal dapat membuat proses pemantauan menjadi jauh lebih terarah.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi