REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak lebih dari 500 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026). Gejala keracunan dilaporkan muncul setelah beberapa jam menyantap menu MBG.
Menanggapi hal ini, dokter sekaligus direktur pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan biasanya memang ada jeda dari menyantap makanan hingga munculnya gejala keracunan. Adapun rentang waktu munculnya gejala berbeda-beda, tergantung mikroorganisme yang menjadi penyebab keracunan makanan.
"Ada yang mempertanyakan bahwa gejala baru mulai timbul di siang dan sore hari. Memang ada jeda waktu tertentu antara konsumsi makanan dengan mulai munculnya gejala keracunan," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (2/9/2026).
Merujuk informasi dari laman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), jelas Prof Tjandra, gejala akibat kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus bisa muncul dalam waktu 30 menit hingga 8 jam. Adapun Vibrio dapat menimbulkan gejala dalam waktu hingga 24 jam. Kemudian, Clostridium perfringens dapat menyebabkan gejala dalam waktu 6-24 jam. Untuk Salmonella, gejala dapat muncul dalam rentang 6 jam hingga 6 hari. Sementara itu, Norovirus memiliki masa munculnya gejala sekitar 12-48 jam.
"Infeksi Clostridium botulinum dapat menunjukkan gejala dalam waktu 18-36 jam, sedangkan Campylobacter dapat menimbulkan gejala dalam waktu 2 sampai 5 hari," kata Prof Tjandra.