REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa lelah atau ngantuk sering kali dianggap akibar kurang tidur atau stres. Namun rupanya, tidak setiap rasa lelah diakibatkan oleh kualitas tidur, bisa juga dari pola makan sehari-hari.
Ahli gizi di Nutrition in Sync Lakshmi Kale mengatakan orang pada umumnya tidak menyadari dampak pola makan terhadap pengelolaan energi. Hal-hal seperti konsumsi makanan atau camilan manis, kopi, bahkan makan siang sering menjadi sumber masalah.
Menurut Kale, konsumsi makanan manis sering kali dianggap dapat memberikan lonjakan energi yang instan. Namun, dampak yang sebenarnya terjadi justru penurunan dari tingkat kewaspadaan dan rasa lelah yang meningkat dalam waktu 30 menit. Ia menyarankan, kombinasi karbohidrat dengan protein, lemak sehat, atau serat dapat membantu memperlambat kenaikan kadar gula darah dan mencegah penurunan energi secara drastis.
Tidak hanya makanan manis, tetapi makan siang turut dianggap masalah. “Makan siang sering disalahkan karena penurunan energi siang hari, tetapi jam biologis tubuh memiliki peran yang lebih penting,” ujar Lakshmi dilansir laman Hindustan Times pada Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, kebanyakan orang mengalami penurunan tingkat kewaspadaan pada sore hari, sehingga makanan yang tinggi dalam lemak dapat memperparah kondisi. Dibandingkan melewatkan makan siang, hidangan yang seimbang akan protein, sayuran, dan lemak lebih disarankan.