REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Drama Korea terbaru SBS, Agent Kim Reactivated, menarik perhatian karena menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menghasilkan satu rangkaian adegan aksi berskala besar. Langkah ini dinilai menjadi upaya membuka babak baru dalam produksi drama Korea melalui pemanfaatan AI secara lebih aktif.
Drama yang di Indonesia tayang lewat Netflix tersebut menampilkan rangkaian adegan berdurasi sekitar tiga menit yang mengisahkan masa lalu tokoh utama, Manajer Kim, yang diperankan So Ji-sub. Seluruh rangkaian adegan itu dibuat menggunakan AI sehingga menjadi salah satu contoh langka penggunaan teknologi tersebut untuk menyampaikan alur cerita yang cukup panjang dalam sebuah drama Korea.
Dilansir dari Korea Times, Selasa (14/7/2026), adegan tersebut diproduksi menggunakan AICRON, platform AI yang dikembangkan oleh perusahaan spesialis efek visual (VFX) asal Korea Selatan. Berlatar di Korea Utara, adegan itu memperlihatkan misi khusus yang dijalankan Manajer Kim dan ditampilkan pada episode pertama serta kedua drama tersebut.
Rangkaian gambar hasil AI menampilkan berbagai adegan aksi berskala besar, mulai dari ledakan gedung, kejar-kejaran mobil berkecepatan tinggi di jalan bersalju dan terowongan, kendaraan terguling hingga tenggelam ke dalam air serta proses evakuasinya. Adegan baku tembak, pertarungan jarak dekat, hingga close-up para karakter juga ditampilkan dengan tingkat konsistensi visual yang tinggi, mengatasi salah satu kelemahan utama video berbasis AI yang kerap kesulitan mempertahankan tampilan karakter.
Adegan seperti itu umumnya membutuhkan anggaran produksi besar, termasuk syuting di luar negeri, pembangunan set berskala besar, efek praktis, hingga pengerjaan efek visual yang kompleks. Tim produksi memilih memanfaatkan AI agar kisah masa lalu Manajer Kim dapat divisualisasikan secara efisien sekaligus menekan biaya produksi.
Dalam acara SBS Drama Media Day awal tahun ini, CEO Studio S Hong Sung-chang mengatakan pihaknya telah menerapkan AI secara luas dalam sejumlah proyek mendatang. "Kami akan memberi tahu penonton melalui keterangan di layar setiap kali AI digunakan. Menekan biaya produksi memang menjadi salah satu keuntungan, tetapi yang lebih penting adalah membuktikan bahwa hal tersebut dapat dilakukan. Saya yakin penonton akan semakin menghargainya seiring waktu," ujar Hong.
Proses produksi AI tersebut dikerjakan Morpheus Studio di bawah supervisi Wakil Presiden sekaligus supervisor VFX Ryu Jae-hwan, yang sebelumnya terlibat dalam film 1947 Boston, Swing Kids, dan Flu. Menurut Ryu, pencapaian utama proyek ini bukan sekadar menggantikan beberapa detik efek visual dengan AI.
"Kami berhasil menyelesaikan satu rangkaian cerita utuh yang menjadi bagian penting dari narasi menggunakan AI. Sejak tahap perencanaan, karakter Manajer Kim memang dirancang dengan tujuan jelas untuk memanfaatkan AI. Ini menunjukkan potensi AI sebagai alat produksi baru yang mampu mewujudkan imajinasi para kreator," katanya.
Morpheus Studio juga menegaskan seluruh rangkaian adegan tersebut dibuat sepenuhnya menggunakan AICRON, platform AI yang dikembangkan di Korea Selatan. "Hal yang bermakna adalah seluruh adegan diproduksi hanya dengan teknologi yang dikembangkan di Korea. Berdasarkan pengalaman ini, kami akan terus mengembangkan AICRON menjadi platform AI yang dapat digunakan secara luas dalam produksi konten komersial," ujar pihak studio.