Ahad 12 Jul 2026 14:28 WIB

Delapan Kebiasaan yang Disebut Bantu Lawan Penyakit Kronis dan Stres

Menghabiskan waktu di alam memberikan manfaat kesehatan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Seorang wanita berolahraga jalan kaki (ilustrasi). Jalan kaki merupakan salah satu kebiasaan yang disebut dapat
Foto: Dok. Freepik
Seorang wanita berolahraga jalan kaki (ilustrasi). Jalan kaki merupakan salah satu kebiasaan yang disebut dapat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka penyakit kronis dan stres di Indonesia disebut masih tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental. Sementara itu, penyakit kronis seperti strok, diabetes, dan hipertensi menyumbang sebagian besar kasus kematian di Tanah Air.

Berikut ini delapan kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis dan stres, seperti dilansir laman Fox News, Kamis (9/7/2026):

Baca Juga

1. Berjalan kaki

Dokter yang berbasis di AS, dr Kenneth J Perry, mengatakan perubahan pola hidup membuat banyak orang lebih sering duduk di dalam kendaraan dibandingkan berjalan kaki menuju tempat kerja. Padahal berjalan kaki dapat menunjang kesehatan seseorang.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine menunjukkan bahwa waktu berjalan kaki berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, serta penurunan kesehatan metabolik secara keseluruhan. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per pekan (sekitar 30 menit sehari) yang mencakup jalan cepat.

2. Mendapatkan sinar matahari pagi

Paparan cahaya matahari pagi diketahui dapat membantu menjaga kesehatan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh serta mendukung kualitas tidur. Sinar matahari juga merupakan sumber alami utama vitamin D bagi tubuh.

Perry mengatakan sebagian orang mengalami kesulitan tidur yang berat sehingga tubuh mereka kesulitan mengatur siklus siang dan malam. "Sudah diketahui bahwa sinar matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian pada hewan dan mungkin membantu mengatur pola tidur," kata dia. Menurutnya, paparan sinar matahari juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan karena keseimbangan hormon yang diatur oleh ritme sirkadian dapat membantu pengelolaan berat badan dan pengendalian tekanan darah.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi