REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbincangan mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggeser pekerjaan manusia menimpa industri hiburan China. Sektor drama pendek format vertikal yang sempat meledak dan menjadi tambang uang baru, kini berubah akibat dominasi AI.
Dampaknya langsung dirasakan oleh para aktor, termasuk Xu Peng. Laki-laki berusia 30 tahun lulusan Central Academy of Drama ini sebelumnya populer lewat peran sebagai CEO angkuh dalam berbagai drama mikro.
Dia beralih ke format ini pada 2025 saat tren mikro-drama sedang booming. Di puncak popularitasnya, jadwal kerja Xu Peng begitu padat hingga ia harus syuting selama 15 hingga 16 jam sehari.
Namun, kondisi industri berubah dalam semalam. Kehadiran AI dalam proses produksi drama pendek bergerak dengan kecepatan yang tak terduga. Dilansir laman CNA Lifestyle, sepanjang kuartal pertama tahun 2026, dari sekitar 128 ribu judul drama pendek yang dirilis, sekitar 122 ribu di antaranya merupakan produk hasil kreasi AI. Artinya, lebih dari 95 persen konten baru tidak lagi melibatkan aktor manusia.
AI kini terintegrasi di hampir semua tahapan, mulai dari penulisan naskah, pemodelan karakter digital, hingga penyuntingan akhir. Prosesnya hanya memakan waktu beberapa hari dengan biaya yang jauh lebih murah. Perubahan instan ini membuat Xu Peng mendadak kehilangan seluruh proyek aktingnya.
Setelah menyelesaikan drama pendek terakhirnya awal tahun ini, ia meninggalkan Hengdian di Provinsi Zhejiang (pusat produksi film China) dan pulang ke kampung halamannya di pedesaan Provinsi Shandong. Kini, Xu Peng sibuk membantu kakeknya berjualan sayur di pasar lokal.