REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus memicu perdebatan mengenai masa depan dunia kerja. Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan banyak profesi, pendiri Microsoft Bill Gates justru menilai masih ada sejumlah bidang pekerjaan yang relatif lebih sulit digantikan karena membutuhkan kreativitas, penilaian manusia, pengalaman, serta tanggung jawab yang kompleks.
Pandangan tersebut tidak disampaikan Gates dalam satu pidato atau satu wawancara khusus. Sejumlah media internasional merangkumnya dari berbagai kesempatan berbeda. Media teknologi asal Amerika Serikat, Windows Central, dalam laporan Selasa, 25 Maret 2025, menyoroti pandangan Gates bahwa programmer, ahli biologi, dan pakar energi merupakan bidang yang masih sangat membutuhkan campur tangan manusia.
Sementara itu, media Inggris LADbible, dalam laporan Kamis, 25 Juni 2026, mengaitkan pernyataan Gates mengenai atlet profesional dengan tiga bidang tersebut sehingga muncul pembahasan mengenai empat profesi yang dinilai relatif paling sulit digantikan AI.
Salah satu pernyataan Gates yang paling banyak dikutip muncul ketika ia tampil dalam program The Tonight Show Starring Jimmy Fallon di NBC Studios, New York. Saat membahas dampak AI terhadap pekerjaan manusia, Gates mengatakan bahwa masyarakat tetap akan menentukan aktivitas apa yang ingin dipertahankan sebagai ranah manusia.
"Kita tidak ingin menonton komputer bermain bisbol."
Pernyataan tersebut menjadi alasan mengapa banyak media menilai atlet profesional memiliki karakter pekerjaan yang sulit digantikan AI. Menurut Gates, olahraga bukan sekadar persoalan menang atau kalah, tetapi juga menyangkut emosi, drama, rivalitas, dan hubungan antara atlet dengan penonton.
Pandangan Gates mengenai programmer juga konsisten. Dalam wawancara dengan Axios yang dipublikasikan Senin, 3 Februari 2025, menjelang peluncuran buku Source Code, ia menegaskan bahwa kemampuan coding tetap penting meski AI semakin pintar menghasilkan kode.
"Ini seperti bertanya, apakah kita masih perlu belajar perkalian hanya karena komputer sudah sangat mahir melakukannya."
Menurut Gates, mempelajari dasar-dasar pemrograman sama pentingnya dengan memahami matematika. AI memang dapat membantu menulis kode, tetapi manusia tetap harus memahami logika, cara kerja sistem, dan mampu mengevaluasi apakah hasil yang diberikan AI benar atau justru keliru.
Dalam podcast People by WTF bersama pendiri Zerodha, Nikhil Kamath, sebagaimana dilaporkan Moneycontrol pada Selasa, 18 Juni 2024, Gates juga menepis anggapan bahwa AI akan menghapus profesi software engineer.
"Kita masih membutuhkan para insinyur perangkat lunak karena kita tidak akan pernah berhenti membutuhkan mereka."