REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peluncuran varian es krim terbaru Ben & Jerry's bertajuk Milk and Honey memicu kontroversi di media sosial. Langkah ini kembali membuka perdebatan panjang mengenai hubungan merek es krim tersebut dengan Israel, Gaza, serta independensi Ben & Jerry's dari perusahaan induknya.
Varian baru itu awalnya diperkenalkan sebagai proyek ketahanan komunitas di Israel selatan. Ben & Jerry's Israel menyebut es krim tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan yang berasal dari komunitas yang terdampak serangan 7 Oktober 2023.
Dikutip dari News Week, Kamis (25/6/2026), peluncuran produk itu segera menjadi sorotan setelah akun resmi Israel di platform X mengunggah pesan bertuliskan "Israel kini memiliki rasa es krim resmi", disertai gambar kemasan bergaya Ben & Jerry's dengan tulisan berbahasa Ibrani.
Unggahan tersebut memicu kebingungan di kalangan pengguna media sosial. Sebagian mempertanyakan apakah produk itu benar-benar mewakili Ben & Jerry's secara global, sementara sebagian lainnya melontarkan kritik terkait kebijakan Israel di Gaza.
Menanggapi polemik tersebut, juru bicara Ben & Jerry's Amerika Serikat menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki maupun mengoperasikan bisnis Ben & Jerry's di Israel. "Versi nama Ben & Jerry's dalam bahasa Ibrani dan Arab dimiliki dan dioperasikan oleh Blue & White Ice-Cream Ltd. Keputusan produk di pasar tersebut, termasuk pengembangan rasa lokal, dibuat oleh pemilik dan operator setempat," kata juru bicara tersebut kepada Newsweek.