REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perempuan berinisial YTR (29 tahun) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri selama tiga tahun. Saat ditemukan, YTR mengalami luka pada bibir atas akibat digunting, bekas luka pukulan di tangan dan kaki, hingga mata yang terancam buta.
Menanggapi kasus ini, psikolog Tika Bisono menyoroti peran penting keluarga dan lingkungan terdekat dalam meminimalisasi kasus kekerasan di ranah domestik atau personal. Menurutnya, orang tua harus lebih peka jika anaknya tiba-tiba sulit dihubungi atau menunjukkan perubahan perilaku setelah memiliki pasangan baru.
"Jadi kalau misal hilang atau perilakunya berubah, jangan didiemin gitu aja. Keluarga harus peduli, kalau hilang dan susah dikontak segera buat pengumuman, di media sosial, radio, terus lapor ke polisi," kata Tika Bisono saat dihubungi Republika, Selasa (23/6/2026).
Selain itu, orang tua juga memiliki peran penting dalam menilai pasangan baru dari sang anak. Orang tua atau keluarga dianjurkan untuk menanyakan berbagai hal mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga lingkungan pertemanan pasangan tersebut.
"Kalau perlu ya seperti menginterogasi. Kuliah di mana, udah bekerja atau belum, teman-temannya siapa saja. Itu penting, kayak di Facebook aja, kan ada istilah mutual friends, oh dia itu temenan juga sama si ini, itu. Jadi kita tahu, gitu," kata Tika.
la menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk mencampuri urusan pribadi, melainkan bentuk kepedulian keluarga terhadap keselamatan anggota keluarganya. Menurutnya, ketidakpedulian justru dapat membuat seseorang terjebak dalam hubungan yang berbahaya.
Dalam kasus YTR, korban diketahui bertemu dengan pelaku saat menonton sebuah konser musik di Kota Bandung. Tika mengingatkan agar perempuan tidak mudah memberikan kepercayaan penuh kepada orang yang baru dikenal.
"Karena itu orang asing, jadi kita ya jangan langsung percaya dan jangan langsung terbuka sepenuhnya," kata dia.