Selasa 23 Jun 2026 17:36 WIB

Fake Hunger Bayangi Penderita Diabetes, Dokter: Tantangan Bukan Hanya Kelola Gula Darah

Glukosa mengalir ke aliran darah namun tidak dapat diserap secara optimal oleh sel-se

Diabetes (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Diabetes (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) kerap menghadapi tantangan yang sering terabaikan: sinyal lapar palsu atau fake hunger yang muncul di antara jam makan utama. Berangkat dari keresahan inilah, mGanik Nutrition menghadirkan produk-produk dengan pendekatan food as medicine yang tepat secara fungsional untuk Penderita DMT2.

Kini, komitmen tersebut semakin diperkuat dengan mGanik Superfood secara resmi menjadi satu-satunya camilan multigrain di Indonesia yang telah teruji klinis dengan Beban Glikemike terendah, yaitu sebesar 4,89.

Tidak banyak yang menyadari bahwa penderita DMT2 memiliki kecenderungan mengalami fake hunger atau sinyal lapar palsu. Pada tubuh penderita DMT2 yang mengalami resistensi insulin, glukosa mengalir ke aliran darah namun tidak dapat diserap secara optimal oleh sel-sel tubuh.

Akibatnya, otot dan jaringan tubuh lainnya kekurangan energi, yang kemudian memicu sinyal lapar pada otak meskipun kadar gula darah mereka sebenarnya semakin tinggi tanpa disadari. Kondisi ini umumnya memicu dua respons pada Penderita DMT2.

Mereka memilih untuk makan camilan sebelum waktu makan utama yang tanpa disadari membuat kadar gula darah perlahan melonjak. Sebagian lainnya justru menahan diri untuk tidak ngemil sama sekali yang akhirnya mendorong mereka untuk makan dengan porsi lebih banyak atau berlebih saat jam makan utama.

Jika siklus ini terus berulang tanpa penanganan yang tepat, pada akhirnya akan memperparah kondisi resistensi insulin dan berisiko pada komplikasi serius.

Untuk memastikan setiap formulasi memiliki dasar ilmiah yang kuat, Tim Research and

Development mGanik Nutrition mengembangkan mGanik Superfood melalui konsultasi bersama dr Kelvin Candiago, sehingga produk yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan nutrisi sekaligus pertimbangan klinis bagi penyandang diabetes.

"Saya melihat formulasi yang dikembangkan tim R&D mGanik Nutrition memiliki rasional ilmiah yang kuat untuk membantu mengatasi fake hunger pada penyandang diabetes. Karena itu, pendekatan ini menarik untuk divalidasi lebih lanjut melalui uji klinis," ujar dr Kelvin Candiago.

Oleh karena itu, mGanik Nutrition melakukan uji klinis melalui laboratorium terakreditasi untuk menguji formula mGanik Superfood yang memiliki komposisi 22 jenis multigrain, tinggi serat, 10 gram protein nabati, serta Vitamin B6 & B12. Pengujian ini secara spesifik ditujukan untuk mengukur Beban Glikemik dengan memvalidasi respons gula darah setelah produk dikonsumsi. Hasil pengujian membuktikan bahwa produk ini berhasil mencetak angka Beban Glikemik yang sangat rendah, yaitu 4,89.

Pencapaian ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan hasil langsung dari kerja sinergis

komposisi nutrisi di dalam mGanik Superfood melalui tiga tahapan mekanisme yang saling berkesinambungan.

"Bagi penyandang diabetes, tantangannya bukan hanya mengelola gula darah saat makan utama, tetapi juga saat muncul rasa lapar di antara waktu makan. Hasil uji klinis ini menunjukkan bahwa camilan dengan Beban Glikemik rendah memiliki respons glukosa yang lebih baik sehingga dapat membantu pasien diabetes mengelola kondisi tersebut," kata dr Kelvin Candiago.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi