Kamis 11 Jun 2026 18:17 WIB

Kabar Baik Bagi Pelari, BTN JAKIM 2026 Kembali Buat Kebijakan 'Pause Time' Saat Shalat Subuh

Kebijakan pause time BTN Jakim jadi solusi konkret manajemen waktu Shalat Subuh

Warga menunjukkan nomor peserta kategori BSN 5K di area Race Pack Collection BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Kategori BSN 5K ini diikuti lebih dari 5.000 peserta dari total lebih dari 45.000 peserta yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. Keikutsertaan PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) sebagai salah satu mitra utama perbankan syariah dalam kategori lari jarak pendek ini merupakan bentuk komitmen korporasi dalam mendukung kampanye gaya hidup sehat sekaligus memperkuat pilar sport tourism berskala internasional di Jakarta.
Foto: Dok Republika
Warga menunjukkan nomor peserta kategori BSN 5K di area Race Pack Collection BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Kategori BSN 5K ini diikuti lebih dari 5.000 peserta dari total lebih dari 45.000 peserta yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. Keikutsertaan PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) sebagai salah satu mitra utama perbankan syariah dalam kategori lari jarak pendek ini merupakan bentuk komitmen korporasi dalam mendukung kampanye gaya hidup sehat sekaligus memperkuat pilar sport tourism berskala internasional di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyelenggara BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 kembali memastikan kenyamanan bagi para peserta muslim. Pada ajang maraton internasional yang akan berlangsung pada 13–14 Juni 2026 ini, panitia kembali memberlakukan fasilitas khusus agar pelari tetap dapat menunaikan ibadah shalat Subuh tanpa takut tereliminasi oleh batas Cut Off Point (COP).

Melanjutkan tradisi positif dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, kebijakan pause time ini dihadirkan sebagai solusi konkret atas tantangan manajemen waktu ibadah yang kerap dihadapi para pelari muslim saat mengikuti road race berskala besar di pagi buta.

Berdasarkan informasi terbaru yang diunggah oleh akun Instagram resmi @btn_jakim, berikut adalah detail teknis terkait fasilitas dan aturan ibadah shalat bagi para peserta musim ini:

Sistem Pemberhentian Waktu (Pause Time): Saat peserta berhenti di titik shalat resmi yang telah disediakan oleh panitia, pencatatan timing chip pada nomor dada (bib) pelari akan dihentikan sementara. Kebijakan ini memastikan waktu yang digunakan untuk beribadah tidak akan mengurangi durasi bersih waktu lari peserta menuju garis finis.

Penyediaan Titik Shalat di Sepanjang Rute: Panitia menyiagakan fasilitas mushola darurat di beberapa kilometer strategis, seperti pada KM 5.5 (Bundaran Hotel Indonesia), KM 10.5 (Underpass Mampang), dan KM 14.5 (Underpass Mampang) untuk kategori rute yang lebih jauh. Penempatan titik shalat Subuh ini disesuaikan secara cermat dengan sebaran kecepatan (pace) rata-rata para pelari di lintasan.

Kendati panitia menyediakan area berwudhu dan tempat shalat yang memadai, para peserta tetap dianjurkan untuk mempersiapkan perlengkapan shalat pribadi yang ringkas, ringan, dan praktis dibawa demi kenyamanan serta faktor higienitas selama hari perlombaan (race day).

Pihak penyelenggara mengimbau para peserta untuk terus memantau peta rute terperinci, lokasi kantong mushola, serta instruksi teknis terbaru mengenai regulasi pause time ini melalui panduan di situs resmi JAKIM atau pembaruan berkala di akun media sosial resmi @btn_jakim.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi