REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka kelahiran terus menurun sejak awal tahun 2000-an, tidak hanya di Amerika Serikat (AS), tetapi juga di banyak negara di dunia. Selama ini, tren tersebut banyak dikaitkan dengan pendidikan seksual yang lebih baik, akses kontrasepsi yang semakin luas, serta kondisi ekonomi yang membuat biaya membesarkan anak terasa semakin berat.
Kini, sejumlah peneliti meyakini ada faktor lain yang turut berperan, yakni ponsel. Dalam makalah penelitian yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research (NBER), dua peneliti dari Middlebury College mengungkap kemungkinan peran iPhone milik Apple dalam penurunan angka kelahiran di AS.
Karena iPhone pada awal peluncurannya pada 2007 hingga Februari 2011 hanya dijual melalui operator AT&T, para peneliti menggunakan cakupan jaringan broadband seluler AT&T sebagai indikator akses awal terhadap iPhone. Mereka kemudian membandingkan tingkat kelahiran di wilayah yang memiliki cakupan jaringan tersebut dengan wilayah yang tidak atau minim akses.
Para peneliti, dikutip dari Gizmodo, Rabu (10/6/2026), menyimpulkan bahwa iPhone dan era ponsel yang dimulainya secara signifikan mempercepat penurunan fertilitas di AS setelah 2007. Secara keseluruhan, studi tersebut memperkirakan iPhone berkontribusi terhadap hingga 52 persen penurunan angka kelahiran yang terjadi antara 2007 hingga 2011.