Selasa 02 Jun 2026 13:01 WIB

Jual Beli Akun Gim Masih Rawan Penipuan

Risiko penipuan meningkat untuk permainan daring

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Intan Pratiwi
Tamu undangan mencoba gim EA Sports FC Mobile saat peluncuran kolaborasi strategis antara PSSI dan EA Sports di Jakarta, Kamis (28/5/2026). PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) menjalin kerja sama eksklusif dengan EA Sports FC untuk menghadirkan Tim Nasional Indonesia ke dalam gim EA Sports FC Mobile dan EA Sports FC 26 mulai 28 Mei 2026. Kerja sama tersebut membuat Indonesia menjadi tim nasional pertama dari Asia Tenggara yang hadir secara resmi di franchise gim sepak bola EA Sports FC. Timnas Indonesia akan tampil dengan jersey resmi, lambang Garuda, hingga wajah pemain yang menyerupai aslinya di dalam permainan.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Tamu undangan mencoba gim EA Sports FC Mobile saat peluncuran kolaborasi strategis antara PSSI dan EA Sports di Jakarta, Kamis (28/5/2026). PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) menjalin kerja sama eksklusif dengan EA Sports FC untuk menghadirkan Tim Nasional Indonesia ke dalam gim EA Sports FC Mobile dan EA Sports FC 26 mulai 28 Mei 2026. Kerja sama tersebut membuat Indonesia menjadi tim nasional pertama dari Asia Tenggara yang hadir secara resmi di franchise gim sepak bola EA Sports FC. Timnas Indonesia akan tampil dengan jersey resmi, lambang Garuda, hingga wajah pemain yang menyerupai aslinya di dalam permainan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren jual beli akun gim terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai permainan daring. Namun, aktivitas yang banyak dilakukan melalui media sosial dan forum internet itu masih menyimpan risiko penipuan yang dapat merugikan pembeli maupun penjual.

Salah satu masalah yang kerap muncul adalah ketidaksesuaian kondisi akun dengan informasi yang ditawarkan. Selain itu, tidak sedikit transaksi yang berakhir sengketa akibat pembayaran yang tidak diterima atau akun yang gagal dipindahkan setelah transaksi dilakukan.

Kerentanan tersebut muncul karena sebagian besar transaksi masih berlangsung melalui jalur informal tanpa pengawasan pihak ketiga. Akibatnya, konsumen kerap kesulitan memperoleh perlindungan ketika terjadi masalah dalam proses jual beli.

Manajemen HIDDEN SUPPLY menilai perdagangan aset digital berbasis gim masih memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. “Sektor perdagangan aset permainan memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap praktik manipulasi informasi,” demikian keterangan perusahaan dikutip Selasa (2/6/2026).

Menurut perusahaan, perlindungan terhadap pembeli dan penjual menjadi aspek penting seiring meningkatnya aktivitas perdagangan akun gim. Karena itu, kebutuhan terhadap sistem transaksi yang lebih terstruktur dinilai semakin mendesak.

Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai layanan perantara transaksi akun gim. Salah satunya dilakukan HIDDEN SUPPLY yang meluncurkan platform jual beli akun untuk sejumlah gim populer, seperti Mobile Legends, Free Fire, dan eFootball.

Perusahaan mengklaim platform tersebut dilengkapi mekanisme verifikasi data akun dan pencatatan transaksi guna membantu mengurangi potensi sengketa antara pembeli dan penjual. Sistem itu juga dirancang untuk memastikan informasi akun yang diperdagangkan sesuai dengan kondisi yang ditawarkan.

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, perlindungan konsumen dalam transaksi aset virtual dinilai menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Selain dukungan teknologi, kehati-hatian pengguna tetap menjadi faktor penting untuk menekan risiko penipuan dalam perdagangan akun gim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement