REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momentum Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah. Namun, di balik semangat mengolah satai, gulai, atau rendang bersama keluarga, banyak orang masih menghadapi masalah yang sama yaitu daging terasa alot saat dimasak.
Pakar gizi dari IPB University, Reisi Nurdiani, membagikan sejumlah tips praktis sekaligus penjelasan ilmiah agar daging kurban bisa lebih empuk, lezat, dan tetap bergizi. Menurut dia, proses pengolahan sangat memengaruhi kandungan gizi pada daging, terutama protein.
la mengatakan, memasak dengan suhu tinggi memang dapat menurunkan kadar protein, tetapi justru membuat protein lebih mudah dicerna tubuh. "Protein pada daging matang memang berkurang, tetapi menjadi lebih bermanfaat karena telah mengalami denaturasi sehingga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein pada daging mentah," kata Reisi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (26/5/2026).
Selain protein, daging juga kaya akan zat besi yang penting bagi tubuh. Berbeda dengan protein, kandungan zat besi cenderung lebih stabil meskipun terkena panas saat proses memasak. "Meskipun ada sedikit pengurangan, kandungan zat besi pada daging umumnya tidak banyak berubah," kata dia.
Supaya daging kurban tidak alot, Reisi menyarankan penggunaan bahan pengempuk alami seperti daun pepaya sebelum proses memasak. Selain mudah ditemukan, cara ini dinilai lebih praktis dan aman digunakan sehari-hari.