REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Inovasi teknologi peremajaan wajah asal Indonesia menjadi sorotan dalam forum internasional SIME 2026 yang berlangsung di Italia pada 15–17 Mei 2026. Dalam forum tersebut, dokter asal Indonesia Dr dr Teguh Tanuwidjaja memperkenalkan pendekatan kombinasi benang tarik dan nano biostimulator sebagai bagian dari perkembangan teknologi minim invasif dalam perawatan wajah.
SIME (Società Italiana di Medicina Estetica) merupakan salah satu forum internasional terbesar di Eropa yang mempertemukan dokter, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan teknologi dan metode terbaru di bidang regenerative medicine serta perawatan wajah.
Dalam sesi presentasi ilmiah, Dr Teguh membawakan materi bertajuk “NanoBioStim + Thread: Dual Novelty Modality for Thread and Biostimulator”. Materi tersebut membahas pendekatan baru yang menggabungkan efek lifting dengan stimulasi kolagen melalui prosedur minim invasif.
“Pendekatan ini dirancang untuk memberikan hasil yang natural dengan stimulasi kolagen yang optimal, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan pasien,” ujar Dr Teguh dalam keterangannya.
Selain itu, ia juga memperkenalkan teknologi Double Fix Pyramid Thread Lift yang dikenal memiliki daya angkat kuat dengan tingkat keamanan tinggi. Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan efek natural dengan waktu pemulihan relatif lebih cepat.
Menurut Dr Teguh, perkembangan teknologi perawatan wajah global saat ini memang bergerak menuju prosedur yang lebih minim invasif dan berbasis evidence-based medicine.
“Dunia medis saat ini semakin mengarah pada prosedur yang efektif, minim tindakan invasif, tetapi tetap memiliki dasar ilmiah yang kuat,” katanya.
Presentasi tersebut mendapat respons positif dari peserta internasional karena dinilai mengedepankan aspek keamanan, efektivitas teknologi, dan pendekatan berbasis ilmiah.
Selama lebih dari dua dekade, Dr Teguh aktif mengembangkan teknik thread lift di Indonesia dan terlibat dalam berbagai forum ilmiah internasional. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Presiden Dunia International Society of Aesthetic Medicine (ISAM).
Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut dinilai menunjukkan semakin besarnya peluang kontribusi inovasi dalam negeri di industri teknologi perawatan wajah global, termasuk dalam pengembangan regenerative treatment berbasis minim invasif.