Ahad 24 May 2026 10:38 WIB

Waspada! Penderita Migrain dengan Aura di Usia 40-an Berisiko Kena Strok

Aura merupakan gangguan visual yang muncul sebelum serangan migrain.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Perempuan mengalami migrain (ilustrasi). Sebuah Penelitian baru menemukan bahwa individu paruh baya, berusia sekitar 40 hingga 49 tahun, yang mengalami migrain dengan aura memiliki risiko lebih tinggi terkena strok.
Foto: dok Freepik
Perempuan mengalami migrain (ilustrasi). Sebuah Penelitian baru menemukan bahwa individu paruh baya, berusia sekitar 40 hingga 49 tahun, yang mengalami migrain dengan aura memiliki risiko lebih tinggi terkena strok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah Penelitian baru menemukan bahwa individu paruh baya, berusia sekitar 40 hingga 49 tahun, yang mengalami migrain dengan aura memiliki risiko lebih tinggi terkena strok. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology tersebut menunjukkan  penderita migrain dengan aura memiliki risiko strok 73 persen lebih tinggi.

Sebaliknya, migrain tanpa aura tidak ditemukan memiliki hubungan dengan peningkatan risiko strok. Aura sendiri merupakan gangguan visual atau sensorik yang muncul sebelum serangan migrain. Gejalanya dapat berupa kilatan cahaya, titik-titik terang, garis zigzag, pandangan berkabut hingga munculnya titik buta (skotoma).

Baca Juga

photo
Atasi migrain tanpa obat. - (Republika.co.id)

 

Peneliti utama dari University of Vermont, dr Adam Sprouse Blum, mengatakan sebelumnya hubungan migrain dengan strok lebih banyak diteliti pada kelompok usia muda. Karenanya kali ini kelompok paruh baya yang menjadi subjek penelitian.

"Studi kami menemukan bahwa, mirip seperti orang yang lebih muda, migrain dengan aura juga terkait dengan peningkatan risiko stroke iskemik pada orang dewasa usia paruh baya dan lanjut usia," kata dia dilansir laman US News, Jumat (22/6/2026).

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi