REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebiasaan merokok pada usia 20-an hingga 30-an kerap dianggap tidak berbahaya karena dampak kesehatannya tidak langsung terasa. Padahal, kerusakan pada sistem kardiovaskular sebenarnya dapat dimulai sejak awal kebiasaan merokok terbentuk.
Dokter spesialis jantung dr N Murali Krishna mengungkapkan bahwa risiko kesehatan tidak hanya mengintai perokok berat atau mereka yang telah merokok selama puluhan tahun. Bahkan konsumsi beberapa batang rokok per hari sudah cukup memicu gangguan pada pembuluh darah dan fungsi jantung.
"Masalahnya bukan hanya merokok jangka panjang. Bahkan beberapa batang rokok sehari dapat mulai memengaruhi pembuluh darah, sirkulasi, dan fungsi jantung jauh lebih awal daripada yang disadari kebanyakan orang," kata Dr Krishna dilansir laman Hindustan Times, Jumat (22/5/2026).
la menjelaskan, saat seseorang merokok, zat berbahaya seperti nikotin dan karbon monoksida masuk ke aliran darah hanya dalam hitungan detik. Zat-zat tersebut kemudian merusak lapisan pembuluh darah sehingga pembuluh menjadi lebih sempit dan kehilangan elastisitasnya.
Akibatnya, aliran darah menjadi terganggu dan sirkulasi tubuh menurun. Dalam waktu bersamaan, risiko terbentuknya plak lemak di arteri juga meningkat secara perlahan.
"Sederhananya, zat berbahaya dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah sehingga menjadi lebih sempit. Akibatnya, aliran darah terganggu. Sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi lebih sulit. Plak lemak di arteri juga meningkat," kata dia.