Jumat 22 May 2026 08:27 WIB

Jantung Salah Satu Organ Paling Tahan Terhadap Kanker

Kanker yang berasal langsung dari jantung jauh lebih jarang ditemukan, mengapa?

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Jantung (ilustrasi). Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang paling tahan terhadap kanker.
Foto: Dok. Magnific
Jantung (ilustrasi). Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang paling tahan terhadap kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jantung dikenal sebagai salah satu organ paling vital dalam tubuh manusia. Organ berukuran sebesar kepalan tangan ini bekerja tanpa henti memompa darah ke seluruh tubuh melalui jaringan pembuluh darah dan menjadi pusat dari sistem kardiovaskular.

Menariknya, di balik tingginya risiko penyakit jantung akibat gaya hidup modern, jantung ternyata termasuk organ yang paling jarang mengalami kanker. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis jantung dr Dmitry Yaranov.

Baca Juga

la menjelaskan jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang paling tahan terhadap kanker. Bahkan, kanker primer pada jantung sangat jarang terjadi sehingga banyak dokter mungkin tidak pernah menemukan kasus kanker jantung sepanjang karier mereka.

photo
Jantung (ilustrasi). Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang paling tahan terhadap kanker. - (Dok. Magnific)

 

la mengatakan salah satu alasan utama adalah karena sel otot jantung hampir tidak membelah lagi setelah masa awal kehidupan. Kondisi ini berbeda dengan banyak organ lain dalam tubuh yang sel-selnya terus beregenerasi.

"Jantung sebenarnya adalah salah satu organ yang paling tahan terhadap kanker dalam tubuh manusia. Mengapa? Karena tidak seperti banyak jaringan tubuh lainnya, sel otot jantung sangat sedikit membelah setelah masa awal kehidupan," kata dia seperti dikutip dari Hindustan Times, Jumat (22/5/2026).

Menurut dr Yaranov, semakin sedikit pembelahan sel terjadi, semakin kecil pula peluang munculnya mutasi yang dapat memicu kanker. Selain itu, lingkungan jantung yang terus bergerak dan membutuhkan energi tinggi juga dianggap kurang mendukung pertumbuhan tumor.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement