Selasa 19 May 2026 19:51 WIB

Pameran Faces of Fraud Digelar demi Putus Rantai Penipuan Digital Berbasis AI

Faces of Fraud menampilkan kisah dari ibu rumah tangga hingga pekerja profesional.

Pameran
Foto: Ist
Pameran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai kerugian penipuan digital sepanjang November 2024 hingga akhir 2025 dilaporkan mencapai Rp9 Triliun dengan lebih dari 411 ribu laporan. Penipuan tersebut pun dinilai menghasilkan dampak yang lebih besar dari sekadar materi. Rasa aman, reputasi, hingga harapan hidup ikut runtuh.

Untuk mencegah penipuan tersebut, pameran narasi bertajuk "Faces of Fraud" digelar. Melalui inisiatif ini, lima wajah di balik kisah penipuan digital dengan berani membagikan cerita mereka sebagai bagian dari gerakan edukasi publik dan upaya bersama memberantas penipuan digital.

Baca Juga

Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA,  berharap pengalaman yang dialami dapat berhenti pada diri mereka dan tidak terulang pada lebih banyak masyarakat. Dengan membuka ruang percakapan secara lebih jujur dan manusiawi, Faces of Fraud turut meningkatkan kesadaran publik terhadap modus penipuan yang kian canggih, mulai dari manipulasi psikologis (social engineering) hingga pengambilalihan akun.

"Setiap wajah dalam Faces of Fraud mewakili seseorang yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas, namun gagal terlindungi dari celah yang ada. Melalui gerakan ini, kami ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tidak hanya meninggalkan kerugian finansial, tetapi juga luka emosional, hilangnya rasa aman, dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari," ujar Niki Luhur lewat keterangan tertulis, Selasa(19/4/2026).

 

photo
Cara mencegah penipuan digital. (ilustrasi) - (www.freepik.com)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement