REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemudahan mengakses informasi kesehatan anak di era digital menghadirkan tantangan baru bagi para orang tua maupun tenaga medis. Di tengah derasnya arus informasi dari media sosial hingga platform parenting, dokter spesialis anak Yesi Oktavia Dewi melihat fenomena meningkatnya kecemasan dan overthinking orang tua terhadap kesehatan anak.
Menurut dr Yesi, saat ini banyak orang tua datang ke dokter dengan bekal informasi yang jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu. Namun, tidak sedikit yang justru merasa panik akibat terlalu banyak membaca informasi kesehatan dari internet sebelum berkonsultasi langsung dengan dokter.
"Sekarang orang tua datang dengan informasi yang jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu. Tapi kadang karena terlalu banyak membaca, mereka justru jadi lebih cemas," kata dr Yesi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (18/5/2026).
Fenomena tersebut dinilai semakin relevan di tengah tingginya penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2025 mencapai 80,66 persen atau sekitar 229 juta pengguna.
Besarnya angka tersebut membuat akses terhadap informasi kesehatan menjadi semakin mudah diperoleh hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi digital juga memunculkan tantangan baru berupa kesulitan masyarakat memilah informasi yang benar dan sesuai kondisi anak.