Senin 18 May 2026 13:23 WIB

Tiga Kasus Positif Hantavirus Ditemukan di DKI Jakarta, Enam Suspek

Tiga orang berstatus positif terinfeksi hantavirus telah dinyatakan sembuh.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.
Foto: Republika/Eva Rianti
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jakarta mencatat terdapat tiga kasus hantavirus di wilayah ibu kota. Selain itu, terdapat enam kasus suspek hantavirus yang ditemukan di Jakarta.

Kepala Dinkes Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan hingga saat ini ditemukan tiga kasus positif hantavirus. Namun, tiga orang itu telah dinyatakan sembuh. 

Baca Juga

"Tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," kata dia di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).

Menurut Ani, pihaknya juga telah membuat surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kasus hantavirus. Hal itu dilakukan sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

photo
Proses penurunan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang terkena wabah hantavirus di Pelabuhan Granadilla de Abona di Tenerife, Spanyol, Ahad (10/5/2026). Kapal tersebut terkena wabah hantavirus selama penyeberangan Atlantik Selatan, yang menyebabkan tiga orang meninggal. - (EPA/ALBERTO VALDES)

Tak hanya itu, Dinkes juga telah menyiapkan beberapa RSUD di Jakarta rumah sakit sentinel untuk memberikan monitoring yang lebih ketat terkait kasus hantavirus. Hal itu dilakukan agar penyebaran kasus itu bisa dideteksi dengan cepat.

"Selain itu juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," kata Ani.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat diminta selalu menjaga kebersihan lingkungannya, mengingat virus itu disebarkan melalui tikus kepada manusia.

"Hantavirus ini ditularkan melalui tikus, sehingga yang perlu diwaspadai adalah pada saat masyarakat membersihkan tempat-tempat yang memang di situ indikasi ada banyak tikus. Harus ada kewaspadaan," ujar Ani.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement