Jumat 15 May 2026 10:06 WIB

Peserta Eurovision Asal Israel Dibanjiri Sorakan Ejekan dari Penonton

Saat peserta Israel tampil, terdengar teriakan "stop, stop the genocide".

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Para penonton saat gladi bersih untuk semi-final pertama Kontes Lagu Eurovision (ESC) ke-70 di Wina, Austria, 11 Mei 2026. Semi-final pertama ESC 2026 dijadwalkan pada 12 Mei.
Foto: Dok. EPA/HANNIBAL HANSCHKE
Para penonton saat gladi bersih untuk semi-final pertama Kontes Lagu Eurovision (ESC) ke-70 di Wina, Austria, 11 Mei 2026. Semi-final pertama ESC 2026 dijadwalkan pada 12 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Penampilan delegasi Israel pada semifinal Eurovision di Austria, Selasa (12/5/2026) malam, diwarnai sorakan ejekan dan chant pro Palestina di tengah meningkatnya seruan boikot terhadap partisipasi Israel dalam ajang tersebut. Saat penyanyi Israel, Noam Bettan, tampil di atas panggung, sejumlah penonton terdengar meneriakkan "stop, stop the genocide" sambil mengibarkan bendera Palestina.

Suasana protes juga memicu tindakan pengamanan di arena pertunjukan. Penyiar publik Austria, ORF, mengonfirmasi bahwa seorang penonton dikeluarkan setelah mendekati mikrofon dan menyuarakan pendapatnya dengan keras ketika Israel hendak tampil dan selama pertunjukan berlangsung.

Baca Juga

photo
Noam Bettan dari Israel tampil selama semi-final pertama Kontes Lagu Eurovision (ESC) ke-70 di Wina, Austria, 12 Mei 2026. - (Dok. EPA/HANNIBAL HANSCHKE)

 

"Kami tidak akan menyensor aksi protes, namun kami telan mengeluarkan tiga penonton lain karena melakukan perilaku mengganggu," kata ORF selaku tuan rumah Eurovision 2026, dilansir laman The New Arab, Jumat (15/5/2026).

Sebuah video yang beredar di media sosial juga menunjukkan seorang petugas keamanan menyeret keluar seorang penonton dengan tulisan "Free Palestine" di bagian belakang pakaiannya. Orang tersebut juga terus meneriakkan "free, free Palestine".

photo
Para aktivis memprotes dengan spanduk bertuliskan Tidak ada musik untuk eksekusi. Tidak ada gemerlap di atas pertumpahan darah menentang Kontes Lagu Eurovision (ESC) ke-70 di Wina, Austria, 12 Mei 2026. Aktivis dari Platform Solidaritas Palestina Austria meletakkan peti mati simbolis selama protes, dengan kelompok tersebut mengkritik partisipasi Israel dalam acara tersebut. EPA/HANNIBAL HANSCHKE - (Dok. EPA/HANNIBAL HANSCHKE)

 

Kontroversi juga muncul terkait promosi suara. Penyiar Israel, Kan, menerima peringatan resmi setelah Bettan terekam meminta penggemarnya menggunakan seluruh hak suara untuk memilih dirinya. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh direktur Eurovision, Marin Green.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement