REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Penampilan delegasi Israel pada semifinal Eurovision di Austria, Selasa (12/5/2026) malam, diwarnai sorakan ejekan dan chant pro Palestina di tengah meningkatnya seruan boikot terhadap partisipasi Israel dalam ajang tersebut. Saat penyanyi Israel, Noam Bettan, tampil di atas panggung, sejumlah penonton terdengar meneriakkan "stop, stop the genocide" sambil mengibarkan bendera Palestina.
Suasana protes juga memicu tindakan pengamanan di arena pertunjukan. Penyiar publik Austria, ORF, mengonfirmasi bahwa seorang penonton dikeluarkan setelah mendekati mikrofon dan menyuarakan pendapatnya dengan keras ketika Israel hendak tampil dan selama pertunjukan berlangsung.
"Kami tidak akan menyensor aksi protes, namun kami telan mengeluarkan tiga penonton lain karena melakukan perilaku mengganggu," kata ORF selaku tuan rumah Eurovision 2026, dilansir laman The New Arab, Jumat (15/5/2026).
Sebuah video yang beredar di media sosial juga menunjukkan seorang petugas keamanan menyeret keluar seorang penonton dengan tulisan "Free Palestine" di bagian belakang pakaiannya. Orang tersebut juga terus meneriakkan "free, free Palestine".
Kontroversi juga muncul terkait promosi suara. Penyiar Israel, Kan, menerima peringatan resmi setelah Bettan terekam meminta penggemarnya menggunakan seluruh hak suara untuk memilih dirinya. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh direktur Eurovision, Marin Green.