Rabu 13 May 2026 16:02 WIB

Libur Panjang Nggak Harus Healing Jauh! Yuk, Coba Seni ‘Nggak Ngapa-ngapain’ di Rumah

Ada yang merasa bersalah ketika memilih berdiam diri atau tidak melakukan apapun pun.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Wanita menghabiskan masa liburnya dengan tidak melakukan apa-apa (ilustrasi). Art of doing nothing mengajarkan seseorang untuk tidak melakukan apapun tanpa tujuan tertentu, tanpa tekanan untuk produktif, dan tanpa tuntutan apapun.
Foto: Dok. Magnific
Wanita menghabiskan masa liburnya dengan tidak melakukan apa-apa (ilustrasi). Art of doing nothing mengajarkan seseorang untuk tidak melakukan apapun tanpa tujuan tertentu, tanpa tekanan untuk produktif, dan tanpa tuntutan apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Libur panjang pada Mei 2026 yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha dan Kenaikan Yesus Kristus dimanfaatkan masyarakat dengan berbagai cara. Ada yang pergi berlibur, tetapi ada juga yang memilih menikmati ketenangan di rumah, menonton film, atau sekadar rebahan sepanjang hari. Di tengah kesibukan yang tak ada habisnya, beristirahat sejenak justru menjadi kebutuhan penting.

Hal ini sejalan dengan konsep "the art of doing nothing" atau seni tidak melakukan apa-apa yang diadopsi dari gaya hidup Niksen asal Belanda. Art of doing nothing mengajarkan seseorang untuk tidak melakukan apapun tanpa tujuan tertentu, tanpa tekanan untuk produktif, dan tanpa tuntutan apapun.

Baca Juga

Misalnya, bagi masyarakat Belanda, aktivitas sederhana seperti memandangi langit dari jendela dan duduk santai menikmati suasana dianggap sebagai niksen. Meski terdengar sepele, tetapi cara ini mampu membantu seseorang mencapai rasa tenang dan rileks.

photo
Bangun pada pagi hari (ilustrasi). Setidaknya ada lima strategi pada pagi hari yang bisa membantu kamu merasa lebih bahagia sepanjang hari. - (Dok. Freepik)

 

Dilansir laman Brown Health, Rabu (13/5/2026), art of doing nothing dikaitkan sebagai bentuk mindfulness atau kesadaran penuh. Di era modern, banyak orang terbiasa hidup dengan ritme serbacepat. Media sosial, pekerjaan, dan berbagai tuntutan sehari-hari sering membuat seseorang merasa harus selalu aktif dan produktif.

Akibatnya, tak sedikit yang merasa bersalah ketika memilih untuk berdiam diri atau tidak melakukan apa pun. Padahal, meluangkan waktu untuk diam sejenak dapat menjadi bentuk self-care yang penting.

photo
Self-care (ilustrasi). - (Dok. Freepik)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement