Selasa 12 May 2026 12:44 WIB

Ini Perbedaan Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius dengan di Indonesia

Kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe HFRS.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Proses penurunan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang terkena wabah hantavirus di Pelabuhan Granadilla de Abona di Tenerife, Spanyol, Ahad (10/5/2026). Kapal tersebut terkena wabah hantavirus selama penyeberangan Atlantik Selatan, yang menyebabkan tiga orang meninggal.
Foto: EPA/ALBERTO VALDES
Proses penurunan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang terkena wabah hantavirus di Pelabuhan Granadilla de Abona di Tenerife, Spanyol, Ahad (10/5/2026). Kapal tersebut terkena wabah hantavirus selama penyeberangan Atlantik Selatan, yang menyebabkan tiga orang meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan Rl memastikan hingga Senin (11/5/2026) kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan strain Andes belum terdeteksi di Indonesia. Kasus HPS strain Andes menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan menyerang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.

Adapun kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus. Kemenkes mencatat, sepanjang 2024-2026 ada 23 kasus konfirmasi positif hantavirus tipe HFRS dengan strain Seoul Virus.

Baca Juga

Secara medis, infeksi Hantavirus dapat memicu dua sindrom utama yakni HPS dan HFRS. Untuk mengetahui lebih detail mengenai perbedaan HPS dan HFRS, berikut penjelasannya:

1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Merujuk laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sindrom HPS biasanya ditemukan di belahan bumi barat termasuk di Amerika Serikat. Hantavirus yang paling umum menyebabkan HPS di Amerika Serikat disebarkan oleh tikus rusa.

photo
Bus mengangkut penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang terkena wabah hantavirus saat proses operasi evakuasi di Pelabuhan Granadilla de Abona di Tenerife, Spanyol, Ahad (10/5/2026). MV Hondius terkena wabah hantavirus dalam pelayaran di Atlantik Selatan, yang menyebabkan tiga orang meninggal. - (EPA/ALBERTO VALDES)

 

HPS secara umum tidak menular antarmanusia, kecuali yang disebabkan oleh strain Andes seperti yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Penularannya bisa terjadi melalui kontrak erat dan berkepanjangan, droplet pernapasan dalam waktu lama, hingga dalam kasus yang jarang terjadi melalui paparan cairan tubuh atau luka.

HPS adalah penyakit serius dan berpotensi mematikan yang menyerang paru-paru. Gejala HPS biasanya mulai muncul 1 hingga 8 pekan setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

photo
Demam (ilustrasi). - (www.freepik.com.)

 

Gejala awal HPS meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan kadang bahu. Sekitar setengah dari seluruh pasien HPS juga mengalami sakit kepala, pusing, menggigil, serta gangguan perut seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut.

Empat hingga sepuluh hari setelah fase awal penyakit, muncul gejala tahap lanjut, meliputi batuk dan sesam napas. Pasien dapat merasakan dada terasa sesak karena paru-paru terisi cairan.

HPS dapat berakibat fatal. Sekitar 38 persen pasien yang mengalami gejala gangguan pernapasan dapat meninggal akibat penyakit ini.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement