REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menikmati alunan musik di tengah kepungan beton kota mungkin sudah biasa. Namun merasakan getaran nada yang menyatu dengan semilir angin di bawah naungan pohon-pohon purba adalah sebuah pengalaman yang magis.
Inilah yang kembali ditawarkan oleh Sunset di Kebun Series 2026 Presented by Tring! by Pegadaian. Festival ini hadir bukan sekadar sebagai panggung hiburan, melainkan sebuah ekosistem yang mempertemukan melodi, konservasi, dan kenyamanan dalam satu nafas yang harmonis.
Program yang dikembangkan oleh PT Mitra Natura Raya, bagian dari Dyandra & Co. serta mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ini semakin memperkokoh posisinya sebagai pionir festival ramah alam. Mengelola Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali, mereka membawa misi besar: memperkenalkan nilai konservasi dengan cara yang paling organik bagi generasi muda.
Tiga konsep, satu jiwa
Pada 2026, rangkaian ini berkembang menjadi tiga pilar utama. Ada Sunset di Kebun yang menawarkan keintiman piknik di ruang hijau, Sunset di Pantai yang menyuguhkan nuansa pesisir yang rileks, dan program terbaru, Jazz di Kebun, yang dirancang lebih terkurasi bagi audiens yang mencari pengalaman musikal yang lebih dalam dan eksklusif.
Managing Director PT Mitra Natura Raya, mengatakan pendekatan ini adalah kunci untuk menyentuh hati Gen Z, milenial, dan keluarga muda. “Sebagai pengelola Kebun Raya, kami membawa tanggung jawab untuk menjaga dan mengenalkan nilai konservasi kepada publik. Sunset di Kebun Series menjadi cara kami menyampaikan pesan tersebut melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, yaitu musik dan pengalaman langsung di alam,” ujarnya saat konferensi pers pada Selasa (5/5/2026).
Jadwal tur dan barisan musisi
Rangkaian perjalanan ini akan dimulai dari Kota Hujan sebelum menyapa kota-kota lainnya. General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan memaparkan rincian jadwal yang cukup padat tahun ini.
“Berikut adalah tanggal-tanggal pelaksanaan Sunset di Kebun. Pertama, kami akan mulai pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026 di Kebun Raya Bogor. Kemudian kami akan melanjutkan di Sunset di Kebun Jakarta pada tanggal 20 dan 21 Juni. Setelah itu, bulan depan kami akan terbang ke Bali pada tanggal 25 Juli. Kemudian kami akan terbang kembali ke Bogor pada tanggal 29 dan 30 Agustus. Lalu akan ada acara Sunset on the Beach pada tanggal 19 September, dan yang terakhir adalah Jazz in the Garden (Jazz di Kebun),” kata dia.
Panggung tahun ini akan dimeriahkan oleh deretan nama besar seperti Tulus, Fiersa Besari, Nadin Amizah, Idgitaf, Hindia, .Feast, Dere, Perunggu, Barasuara, hingga Rumah Sakit. Yang membedakan Sunset di Kebun dari festival lainnya adalah interaksinya. Konsep penonton duduk bukan tanpa alasan. Ini dibuat agar batas antara penampil dan audiens melebur. Musisi sering kali turun langsung bersantai di antara penonton, menciptakan momen yang sangat personal.