Kamis 23 Apr 2026 07:01 WIB

Hotel Borobudur Jadi Etalase Ternate-Tidore Gencarkan Promosi Wisata Hingga Gaet Investor

Maluku Utara selama ini lebih dikenal sebagai daerah tambang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih
Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memanfaatkan momentum promosi wisata bertajuk Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore di Hotel Borobudur Jakarta.
Foto: Republika/Lintar Satria
Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memanfaatkan momentum promosi wisata bertajuk Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore di Hotel Borobudur Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memanfaatkan momentum promosi wisata bertajuk 'Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore' di Hotel Borobudur Jakarta. Pameran ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menarik minat investor di tengah tekanan fiskal daerah dan ketidakpastian ekonomi global.

Wali Kota Ternate Muhammad Tauhid Soleman mengatakan kegiatan promosi yang difasilitasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan manajemen Hotel Borobudur tersebut menjadi langkah memperkenalkan potensi wisata, budaya, sejarah, hingga peluang bisnis dari kawasan Maluku Utara yang selama ini lebih dikenal sebagai daerah tambang.

“Ini menjadi ajang promosi bagi budaya, wisata, sejarah, termasuk kuliner dan keindahan alam Ternate dan Tidore. Hotel Borobudur memiliki jaringan relasi bisnis tidak hanya nasional tetapi juga internasional, sehingga ini menjadi peluang besar,” kata Tauhid dalam peresmian program di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menekankan promosi yang berlangsung selama sekitar 40 hari tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan pameran, tetapi juga diarahkan pada pertemuan bisnis (business matching) untuk membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan berbagai sektor unggulan untuk ditawarkan kepada investor, mulai dari penguatan city branding “Kota Rempah”, pengembangan UMKM, ekowisata, hingga sport tourism.

Tauhid mengakui kondisi fiskal daerah saat ini cukup terbatas sehingga pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Dengan kondisi seperti ini, kita harus kreatif agar kelemahan fiskal bisa ditutupi melalui kegiatan yang memberikan dampak ekonomi langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan akan digelar forum bisnis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, kementerian, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran konkret mengenai minat investasi di Ternate.

Meski belum menetapkan target nilai investasi, Tauhid menyebut sejumlah pihak, termasuk kementerian, telah menunjukkan ketertarikan untuk mendorong masuknya investasi ke daerah tersebut, terutama di sektor pariwisata.

photo
Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memanfaatkan momentum promosi wisata bertajuk Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore di Hotel Borobudur Jakarta . - (Republika/Lintar Satria) 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement